Kegiatan Eksplorasi Minyak AS Meningkat

Bisnis.com, JAKARTA -- Eksplorasi minyak mengerahkan lebih banyak rig untuk pertama kalinya dalam empat pekan karena menyusutnya biaya pengeboran telah menekan kekhawatiran tentang penurunan harga minyak mentah.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 01 Juni 2019  |  17:48 WIB
Kegiatan Eksplorasi Minyak AS Meningkat
Kilang Minyak - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA -- Eksplorasi minyak mengerahkan lebih banyak rig untuk pertama kalinya dalam empat pekan karena menyusutnya biaya pengeboran telah menekan kekhawatiran tentang penurunan harga minyak mentah.

Menurut data yang dirilis pada Jumat (31/5) oleh penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes, rig minyak Amerika bertambah tiga buah sepanjang pekan ini menjadi 800 buah.

Survei Federal Reserve Bank of Dallas menunujukkan beberapa pengebor minyak serpih AS mematok harga jual sekitar US$23 per barel agar mendapat keuntungan dari minyak mentah mereka, sementara rata-rata nasional adalah US$50, turun 4% pada tahun lalu.

Itu berarti para pencari minyak cukup terjaga dari penurunan harga minyak mentah 14% di bulan Mei.

"Harapan arus kas tetap positif mendorong keputusan pengeboran bagi para pencari minyak [oil explorer]," Direktur Penelitian di GraniteShares Inc. Ryan Giannotto, seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (1/6).

Terlepas dari kenaikan pekan ini, tren penurunan yang berlangsung sejak akhir 2018 menjadi pertanda buruk bagi operator rig, menurut Infill Thinking LLC.

Hanya 16% dari beberapa oil explorer yang disurvei oleh Infill mengindikasikan mereka berencana untuk mengerahkan lebih banyak rig tahun ini.

"Kami kurang percaya diri, jika melihat dari penurunan di paruh tahun lalu untuk kegiatan ladang minyak ke depan. Trennya jelas negatif untuk pemilik rig," analis Infill yang dipimpin oleh Joseph Triepke mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
minyak mentah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top