Wawancara Khusus : Dua Syarat Menteri Pilihan Jokowi

Menurut Presiden Jokowi, terdapat program strategis yang menjadi sasaran pemerintahannya mendatang sebagai cara mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
Tim Bisnis
Tim Bisnis - Bisnis.com 31 Mei 2019  |  13:52 WIB
Wawancara Khusus : Dua Syarat Menteri Pilihan Jokowi
Presiden Joko Wiodo memberikan keterangan saat menerima kunjungan tim redaksi Harian Bisnis Indonesia, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (29/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Kabar24.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo mencari calon pembantu yang bertipikal pekerja keras dan mampu mengambil keputusan secara cepat untuk menopang sejumlah program strategis pada 5 tahun mendatang.

Menurut Presiden Jokowi, terdapat program strategis yang menjadi sasaran pemerintahannya mendatang sebagai cara mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Program itu mencakup infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia (SDM), reformasi struktural, reformasi birokrasi, penguatan kelembagaan, penyederhanaan perizinan, dan selanjutnya masuk ke era penguatan teknologi serta inovasi.

“Pembangunan infrastruktur yang lalu tetap diteruskan, ada strategi yang digeser ke pembangunan SDM. Juga diiringi dengan reformasi birokrasi, reformasi struktural, penyederhanaan kelembagaan, penajaman lembaga, penyederhaaan izin,” ujarnya saat menerima wawancara Bisnis Indonesia di Istana Negara, Rabu (29/5/2019).

Menurut Kepala Negara, persoalan tersebut masih butuh penanganan serius agar Indonesia tidak terjebak sebagai negara dengan penghasilan menengah atau middle income trap. “Infrastruktur, pembangunan SDM yang riil dan konkrit, reformasi birokrasi, baru masuk ke teknologi dan inovasi. Jangan masuk ke teknologi inovasi, sebelum tiga itu beres. Kalau empat sudah beres, kita masuk ke negara maju dan tidak terjebak ke middle income trap,” katanya.

Guna menopang sasaran target pemerintahan 5 tahun ke depan, Jokowi menegaskan bahwa dirinya membutuhkan menteri yang memiliki karakter yang kuat dan mampu melakukan eksekusi program secara cepat. Menurutnya, dalam setiap periode pemerintahan tentu saja perlu disesuaikan dengan era dan zaman yang sedang berkembang.

“Setiap periode memerlukan kabinet yang menyesuaikan dengan zaman dan waktunya. Kita sekarang ini betul-betul butuh figur yang memiliki karakter eksekutor kuat. Mampu mengkesekusi program dan mengerti masalah manajerial. Intinya mengerti manajerial dan eksekutor kuat,” tegas Presiden.

Selain syarat lain soal loyalitas dan integritas sebagai pertimbangan. Bahkan, Presiden tidak menutup kemungkinan mencari tokoh-tokoh muda untuk masuk ke jajaran kabinetnya mendatang, baik yang berlatar belakang profesional maupun partai politik.

“Nanti mungkin anak-anak muda akan mewarnai, umur 20—25 tahun atau 25—30 tahun. Zaman kan dinamis. Kita memerlukan menteri yang enerjik, menteri yang dinamis,” tegas Kepala Negara.

Soal gambaran kabinetnya mendatang, Presiden menyatakan masih perlu berbicara dengan partai politik yang mengusungnya. Pada Pemilihan Umum Presiden 2019, Joko Widodo yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin diusung oleh koalisi partai politik seperti PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Termasuk di antaranya papol peserta pemilu yang baru seperti Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Berdasarkan hasil rekapitulasi suara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin meraih 55,5% suara, sementara itu pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga S. Uno meraih 44,5%.

Penetapan hasil perolehan suara oleh KPU menunggu putusan gugatan perselisihan hasil pemilihan
umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, kabinet, menteri

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top