Pemudik Lewat Wilayah Pesisir Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi pada Rabu (29/5) hingga Sabtu (1/6) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali
Tim Jelajah Lebaran Jawa-Bali - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  20:25 WIB
Pemudik Lewat Wilayah Pesisir Waspadai Potensi Gelombang Tinggi
Ilustrasi-Warga mengamati kapal tongkang batu bara yang kandas dan patah menjadi dua akibat diterjang gelombang besar di perairan pantai Ujung Kareng, Lhoknga, Aceh Besar, Aceh, Senin (30/7/2018). - ANTARA/Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi pada Rabu (29/5/2019) hingga Sabtu (1/6/2019) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.

Peningkatan gelombang tinggi ini diakibatkan adanya pola angin di wilayah utara Indonesia yang umumnya berembus dari timur – selatan dengan kecepatan 3 – 15 knot, sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya angin berembus dari timur – tenggara dengan kecepatan 3 – 20 knot.

Sementara itu, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Enggano, Perairan selatan Jawa hingga Lombok, Perairan P. Sawu – P. Rote, Laut Timor, Laut Jawa, Perairan Selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Banda, Perairan Kep. Letti – Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Perairan Yos Sudarso – Merauke, serta Laut Arafuru. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari pantauan BMKG, terdapat peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter (m) yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah seperti Perairan Utara Sabang,  Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Samudera Hindia Barat Aceh hingga Kep. Mentawai, Laut Sawu dan Perairan Selatan Flores, Selat Karimata, Laut Jawa, Perairan Utara Jawa Barat hingga Kep. Kangean, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selat Makassar bagian selatan, Laut Bali bagian timur, Laut Sumbawa, Perairan Kep. Sabalana, Perairan Kep. Selayar. Bagian timur, Teluk Bone bagian selatan, Perairan Bau Bau, Perairan Manui – Kendari, Perairan Barat Kep. Wakatobi, Teluk Tolo, Perairan Selatan Kep. Banggai, Laut Flores dan Laut Banda, Perairan Selatan P. Buru – P. Seram, Perairan Utara Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar, Perairan Selatan Kep. Kei – Kep. Aru, Perairan Barat Yos Sudarso, dan Laut Arafuru bagian timur.

Beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpeluang menjumpai gelombang yang lebih tinggi kisaran 2,5 hingga 4 meter. Wilayah perairan tersebut di antaranya Perairan Enggano – Bengkulu, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia Barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Banten hingga Sumbawa, Selat Bali – Selat Lombok – Selat Alas bagian selatan, Perairan Selatan P. Sumba – P. Sawu – P. Rotte, Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Timor selatan NTT, Perairan Timur Kep. Wakatobi, serta Perairan Selatan Kep. Sermata hingga Kep. Tanimbar.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Bagi pemudik yang melewati jalur yang disebutkan di atas, diharapkan lebih waspada.

Selain itu, BMKG juga mengimbau pada masyarakat sekitar terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) untuk selalu waspada.

Tim Jelajah Jawa-Bali 2019 (Yustinus Andri, Muhammad Ridwan, Andi M. Arief, Maria Elena, Reni Lestari)

Program Liputan Lebaran Jelajah Jawa-Bali 2019 ini didukung oleh:
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia III (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Suzuki Indomobil Sales, PT Telekomunikasi Selular, PT Astra International Tbk. - Isuzu Sales Operation, PT Mitra Pinasthika Mustika Rent, PT XL Axiata Tbk., PT Astra Toll Nusantara, Perum LPPNPI (Airnav Indonesia), PT Astra Honda Motor, PT Samsung Electronics Indonesia, dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jelajah Jawa-Bali

Sumber : Jelajah Jawa-Bali 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top