AS Ingatkan Serangan Suriah & Rusia Sangat Membahayakan dan Memicu Kekerasan

Pemboman itu menewaskan 229 warga sipil dan melukai 727 lainnya, menurut badan amal medis UOSSM.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Mei 2019  |  06:34 WIB
AS Ingatkan Serangan Suriah & Rusia Sangat Membahayakan dan Memicu Kekerasan
Seorang anak laki-laki duduk di kursi di sepanjang jalan yang rusak di kota Douma di Damaskus, Suriah pada 16 April 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat mengingatkan bahwa serangan udara oleh pemerintah Suriah dan Rusia di wilayah Suriah bagian barat laut sangat membahayakan dan memicu peningkatan kekerasan, menurut Kementerian Luar Negeri AS.

Serangan udara pemerintah Suriah yang didukung oleh Rusia terfokus di selatan provinsi Idlib dan beberapa bagian daerah Hama. Akibatnya hampir 250.000 orang meningalkan wilayah tersebut.

Pemboman itu menewaskan 229 warga sipil dan melukai 727 lainnya, menurut badan amal medis UOSSM.

“Serangan tanpa pandang bulu terhadap warga sipil dan infrastruktur publik seperti sekolah, pasar dan rumah sakit adalah eskalasi konflik yang membahayakan dan tidak dapat diterima,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Morgan Ortagus seperti dikutip Reuters, Rabu (29/5/2019).

Dia menambahkan bahwa kekerasan harus berakhir.

Ratusan anggota Kongres AS menandatangani surat untuk diajukan kepada Presiden Donald Trump pekan lalu dengan alasan bahwa AS harus tetap terlibat dengan konflik di Suriah. Mereka mengatakan “sangat prihatin” tentang kelompok-kelompok ekstremis di negara itu.

Sementara itu, banyak anggota parlemen AS pendukung Trump dari Partai Republik serta Demokrat sangat prihatin tentang kebijakan AS untuk Suriah sejak Desember tahun lalu. Psalnya, Trump memutuskan menarik semua dari 2.000 tentara AS dari negara itu.

Trump kemudian hanya mempertahanan kehadiran sebagian kecil tentaranya untuk membantu menjaga tekanan dari kelompok ISIS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
suriah, amerika serikat, rusia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top