Istri Purnawirawan Tentara Jadi Salah Satu Perencana Pembunuh Tokoh Nasional

Salah satu tersangka kelompok yang berniat membunuh tokoh-tokoh nasional adalah AF alias Fifi. Dia diketahui merupakan istri dari seorang purnawirawan TNI. 
Istri Purnawirawan Tentara Jadi Salah Satu Perencana Pembunuh Tokoh Nasional
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  17:39 WIB
Istri Purnawirawan Tentara Jadi Salah Satu Perencana Pembunuh Tokoh Nasional
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Salah satu tersangka kelompok yang berniat membunuh tokoh-tokoh nasional adalah AF alias Fifi. Dia diketahui merupakan istri dari seorang purnawirawan TNI. 

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengonfirmasi kabar tersebut di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta.

“Tidak usah dikasih tahu itu sudah tahu. Iya (benar),” katanya, Selasa (28/5/2019).

Sebelumnya polisi telah menagkap enam tersangka atas terncana pembunuhan para tokoh nasional. Para tokoh ini adalah  Menko Polhukam Wiranto, Menko Maritim Luhut Pandjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan Staff Khusus Presiden Bidang Intelijen Gories Mere, dan salah satu pimpinan lembaga survei yang tidak disebutkan namanya.

Enam tersangka ditangkap dalam waktu berbeda-beda dengan inisial HK, AZ, IR, TJ, AD dan AF. Tiga tersangka yakni HK, AZ dan IR ditangkap pada 3 lokasi berbeda, Selasa (21/5/2019). Sisanya, polisi menangkap mereka pada Jumat (24/5/2019). 

Peran tersangka dalam rencana melancarkan aksi memiliki peran berbeda-beda. HK dan AZ bertugas mencari senjata api, mencari eksekutor dan menjadi penembak itu sendiri. Kemudian, tersangka IR berperan sebagai eksekutor.

Tersangka TJ berperan sebagai eksekutor dan menguasai senjata api rakitan laras panjang serta pendek. AD merupakan penjual tuga pucuk senjata api rakitan, laras panjang dan laras pendek.

Kemudian, AF adalah pemilik dan penjual senjata api jenis revolver taurus ke tersangka HK.

Dedi menjelaskan bahwa Fifi juga merupakan seorang broker dalam jual beli senjata api ilegal.

“Dia dapat senjata, broker. Kemudian senjata itu dia jual,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Aksi 22 Mei, Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top