SBY: Ada yang Ingin Imbas Permusuhan Pilpres 2019 Tetap Membara

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, mengatakan tetap bersahabat dengan seluruh pesaingnya dalam pemilihan presiden yang pernah ia ikuti.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  09:53 WIB
SBY: Ada yang Ingin Imbas Permusuhan Pilpres 2019 Tetap Membara
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidato sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrat di Hotel Lombok Raya, Mataram, NTB, Senin (8/5). - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, mengatakan tetap bersahabat dengan seluruh pesaingnya dalam pemilihan presiden yang pernah ia ikuti.

SBY menilai persaingan politik bukan berarti harus putus hubungan.

SBY menuturkan pada pemilihan presiden 2004 , dia berhadapan dengan Megawati Soekarnoputri, Wiranto, Hamzah Haz, dan Amien Rais. Lima tahun kemudian ia bertarung dengan Megawati, Prabowo, Jusuf Kalla, dan Wiranto. Menurut dia, ia tetap menjalin pertemanan di antara mereka.

"Sekarang saya tetap bersahabat dengan beliau semua. Sering pula bertemu di berbagai forum," kata SBY dalam rekaman video kontemplasi Ramadan yang diputar saat acara buka puasa bersama pengurus DPP Partai Demokrat di kediamannya, Jalan Mega Kuningan Timur, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Atas dasar itu, SBY menyayangkan serangan yang dialamatkan kepada partai dan putra sulungnya, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, usai pertemuan antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan AHY.

Dalam pemilihan presiden 2019, Demokrat bersama Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, dan Partai Berkarya mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk melawan Jokowi.

SBY berujar saat ini ada yang berpikiran tabu andai kubu pasangan calon presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, berkomunikasi dengan pihak pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga. Mereka, kata SBY, ingin permusuhan imbas pemilihan presiden ini tetap membara.

SBY mempersilakan jika ada yang berpendapat seperti itu. Namun ia meminta untuk tidak mengatur-atur kebijakan partainya.

"Kami berprinsip dalam kompetisi ikhtiar dan perjuangan untuk menang harus kita lakukan sekuat tenaga, namun setelah selesai, ya, selesai tak berarti kita harus putus hubungan selamanya," kata dia.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sby, megawati, partai demokrat, Pilpres 2019

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top