Jabar Umumkan Hasil Ujian Nasional Setingkat SMP Tahun Pelajaran 2018/2019

Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah melakukan penyerahan dan penerimaan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs./SMPLB/Paket B tahun pelajaran 2018/2019 kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota dan kabupaten di Jawa Barat (Jabar).
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 27 Mei 2019  |  15:51 WIB
Jabar Umumkan Hasil Ujian Nasional Setingkat SMP Tahun Pelajaran 2018/2019
Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman (tengah) berdialog dengan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) saat mengikuti doa bersama jelang Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional (UN) di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (8/4/2019). Doa bersama dan zikir yang diikuti para pelajar dari seluruh SMP di kota Banda Aceh itu untuk menguatkan mental dan spiritual siswa dalam menghadapi USBN dan UN tahun pelajaran 2018/2019. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra.

Bisnis.com, JAKARTA - Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sudah melakukan penyerahan dan penerimaan hasil Ujian Nasional (UN) SMP/MTs./SMPLB/Paket B tahun pelajaran 2018/2019 kepada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) kota dan kabupaten di Jawa Barat (Jabar).

Dilansir dari laman disdik.jabarprov.go.id dan laman media sosial disdikjabar, acara ini dilaksanakan di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (27/5/2019) dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Disdik Jabar, Firman Adam.

Dalam pemaparannya, Firman menyebutkan nilai UN siswa SMP/MTS/SMPLB/Paket B tahun ajaran 2018/2019 kali ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 dan 2017, walaupun tidak terlalu pesat.

Dia menambahkan, nilai UN bisa jadi bahan pemetaan mutu pada satuan pendidikan, terutama untuk mata pelajaran dan kualitas guru. "Walaupun ujian nasional tidak jadi patokan standar kelulusan siswa, namun tetap saja penting," ujarnya.

Firman mengatakan, UN ini bisa menghasilkan pembahasan dalam pendidikan serta mencari titik persoalan mengenai nilai pelajaran yang anjlok. "Dan hasil ujian nasional yang sudah diterima belum bisa dipublikasikan sampai waktu yang telah ditentukan," katanya.

Selain itu, Firman berharap, proses ujian nasional se-Jawa Barat pada tahun depan bisa berbasis komputer. Kelemahan-kelemahan yang terjadi pada tahun ini bisa menjadi evaluasi untuk diperbaiki di masa depan.

"Terlebih dengan adanya kecurangan-kecurangan yang terjadi. Dinas Pendidikan Jabar mengimbau untuk memberikan sanksi kepada kepala sekolah yang siswanya ketahuan melakukan kecurangan," tambahnya.

Hal ini juga menjadi evaluasi agar pengawas bisa lebih tertib dan disiplin agar tidak terjadi apa-apa mengenai kecurangan UN di Jabar. Adapun mengenai metode pengumuman kelulusan, sekolah diharapkan bisa mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

"Perpisahan sebaiknya dilakukan sederhana, jangan sampai ada yang konvoi di jalan. Apabila hal itu terjadi maka kepala dinas di setiap kota atau kabupaten akan menerima sanksi," tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ujian nasional

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top