Slowakia Kejar Proyek Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Infrastruktur di Indonesia

Selain itu, perusahaan MicroStep-MIS Slowakia mengutarakan keinginan untuk menggarap proyek-proyek pembangunan infrastruktur airports dan jalan tol di Indonesia dengan menawarkan solusi sistem informasi meteorologi. Perusahaan ini juga ingin memperluas kerja sama untuk deteksi tsunami early warning system di Indonesia. “Investasi setiap proyek aplikasi sistem monitoring meteorologi diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Euro 1 juta”, terang Mr. Jozef Omelka dari Micro-Step MIS.
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  05:59 WIB
Slowakia Kejar Proyek Kerja Sama Pengelolaan Sampah dan Infrastruktur di Indonesia
Foto: Istimewa/Dok. KBRI Bratislava

Bisnis.com, BRATISLAVA - Perusahaan-perusahaan Slowakia menyatakan keseriusannya untuk berpartisipasi dan melakukan kerja sama pada proyek-proyek pengelolaan sampah dan infrastruktur bandara dan jalan tol yang ditawarkan oleh Indonesia. 

Menurut siaran pers KBRI Bratislava, Jumat (24/05/2019), hal tersebut disampaikan setelah mempelajari berbagai informasi proyek yang ditawarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI pada rangkaian kegiatan seminar bisnis “Doing Business in Remarkable Indonesia” di kota Zilina pada 20 Mei 2019 dan one-on-one meeting di Bratislava pada 21 Mei 2019.

Perusahaan IMAO group dan THX services Slowakia menyampaikan ketertarikan dan menawarkan kompetensi yang mereka miliki. IMAO Group tertarik untuk menggarap salah satu proyek di Provinsi Jawa Tengah dengan menawarkan teknologi pengolahan sampah yang dapat menghasilkan output berupa tenaga listrik dan panas serta pupuk. Sementara THX services menawarkan keahlian manajemen karena telah puluhan tahun mengelola “OLO”, pengelola sampah terbesar di Slowakia.

Selain itu, perusahaan MicroStep-MIS Slowakia mengutarakan keinginan untuk menggarap proyek-proyek pembangunan infrastruktur airports dan jalan tol di Indonesia dengan menawarkan solusi sistem informasi meteorologi. Perusahaan ini juga ingin memperluas kerja sama untuk deteksi tsunami early warning system di Indonesia. “Investasi setiap proyek aplikasi sistem monitoring meteorologi diperkirakan membutuhkan biaya sebesar Euro 1 juta”, terang Mr. Jozef Omelka dari Micro-Step MIS.

Seminar “Doing Business in Remarkable Indonesia”

Seminar bisnis “Doing Business in Remarkable Indonesia” dilaksanakan di kota industri Zilina, Slowakia. Kegiatan ini merupakan kerja sama Kedutaan Besar (KBRI) Republik Indonesia di Bratislava, EU-Indonesia Business Network (EIBN), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Zilina.

Sekitar 20 pebisnis Slowakia dari berbagai sektor industry, seperti: manufaktur, konsultan, konstruksi, solusi teknologi, dan militer hadir dalam seminar ini.

“Sebagai basis industri mekanik dan otomotif di Slowakia, pebisnis Zilina terus mencari jalan pengembangan bisnis, dan saya yakin Indonesia dapat menawarkan hal ini,” ujar  Ketua KADIN Zilina Jan Misura. Beliau juga optimis kerja sama internasional dapat terjadi karena mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Zilina.

“Sebagaimana hasil penyelenggaraan seminar sebelumnya, KBRI Bratislava mengharapkan pebisnis Slowakia juga dapat meraih kesempatan berinvestasi dan berbisnis di Indonesia,” ungkap Dubes RI untuk Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso.

“Salah satu hasil pertemuan sebelumnya adalah kehadiran sekitar 20 tenaga ahli Indonesia yang akan bekerja di salah satu supplier otomotif di Zilina,” tambahnya.

Dubes RI juga mendorong pebisnis Slowakia untuk kembali mengikuti Trade Expo Indonesia 2019, 16-20 Oktober 2019 dan berpartisipasi pada forum bisnis Indonesia-Visegrad yang akan diselenggarakan di Jakarta, 17 Oktober 2019.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM RI, Indra Darmawan, menjelaskan perkembangan terkini iklim investasi di Indonesia serta memaparkan berbagai potensi mendatang di sektor infrastruktur, industri manufaktur, maritim, pertanian, pariwisata, dan industri lifestyle. Dia juga menjelaskan berbagai fasilitas kemudahan pajak dan insentif bagi investor asing.

Sementara EIBN menyampaikan bahwa organisasinya dibiayai oleh Uni Eropa untuk mendorong pebisnis eropa, termasuk Slowakia, guna mengembangkan bisnis ke luar Eropa, termasuk ke Indonesia. EIBN juga memaparkan berbagai sektor potensial di Indonesia seperti: pembangunan infrastruktur; konstruksi; otomotif; dan kesehatan.

Pada sesi tanya jawab, para pebisnis sangat antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mendalami informasi seputar cara memulai usaha di Indonesia, fasilitasi pajak dan insentif, perpajakan, dan sebagainya. Salah satu peserta dari Valive Loziska Slowakia juga menyampaikan kesiapan kerja sama dan meminta dapat difasilitasi untuk dapat menjalin kontak dengan salah satu produser suku cadang otomotif dari Indonesia.

Pertemuan dengan Pejabat Pemerintah Slowakia

 Pada kesempatan terpisah, Dubes RI bersama Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Mohammad Rudy Salahuddin, disertai delegasi BKPM, bertemu dengan pejabat Kementerian Perekonomian Slowakia, yaitu Direktur Investasi Mr. Boris Skoda dan Direktur Perdagangan Bilateral Mr. Radovan Urban Kocak. Delegasi Indonesia dan Slowakia saling memaparkan kondisi investasi di masing-masing negara seraya mendiskusikan peningkatan upaya kerja sama investasi, pemberdayaan UKM, dan rencana Sidang Komisi Bersama.

 Delegasi BKPM RI juga bertemu dengan Direktur Investasi dari Slovak Trade and Development Agency Mr. Dominik Susa dan mendiskusikan upaya peningkatan kerja sama kedua institusi yang saling bermitra dalam promosi investasi dan perdagangan. Kedua pihak sepakat untuk terus memperbanyak pertemuan bisnis dan saling kunjung pebisnis kedua negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
RI-Slowakia

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup