Mahfud MD : Aksi 22 Mei Tidak Bisa Diklaim Bela Umat Islam

Mahfud MD menilai aksi 22 Mei menyikapi hasil Pemilu 2019 oleh KPU yang berujung anarkis tidak bisa disebut sebagai aksi politik dan aksi bela islam.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  21:16 WIB
Mahfud MD : Aksi 22 Mei Tidak Bisa Diklaim Bela Umat Islam
Para tokoh Gerakan Suluh Kebangsaan Mahfud MD (tengah), Frans Magnis Suseno (kedua kiri), Romo Benny Sutrisno (ketiga kiri), Alissa Wahid (kanan) dan Wasekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan seusai Silaturahmi Kebangsaan di kediaman Megawati Soekarnoputri, di Jakarta, Jumat (17/5/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Mahfud MD menilai aksi 22 Mei menyikapi hasil Pemilu 2019 oleh KPU yang berujung anarkis tidak bisa disebut sebagai aksi politik dan aksi bela islam.

"Aksi itu tidak bisa diterima klaimnya bahwa itu aksi bela umat Islam. Itu tidak ada kaitannya," kata Mahfud di konferensi pers Gerakan Suluh Kebangsaan di Jakarta, Kamis (24/5/2019). 

Menurut Mahfud, aksi anarkis ini juga bukan gerakan politik dan berada di luar komando calon presiden Prabowo Subianto.

"Pak Prabowo sudah menyatakan akan menempuh jalur hukum, bukan jalanan. Maka yang melakukan kemarin bukan Pak Prabowo karena lawannya itu adalah perusuh," kata Mahfud.

Dia beserta jajaran Gerakan Suluh Kebangsaan menilai bahwa aksi anarkis ini murni diakibatkan oleh para perusuh. Pihak kepolisian, kata dia, telah menangkap preman-preman bayaran yang diduga memprovokatori massa dalam aksi selama dua hari tersebut.

Selanjutnya, Mahfud berharap kasus kerusuhan ini dapat diusut tuntas menurut jalur hukum. "Aparat juga kami dukung untuk melakukan tindakan yang terukur, bahwa ada aktor yang terbukti memprovokasi dan membawa senjata api di luar standard Polri," kata Mahfud.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mahfud md, Aksi 22 Mei

Sumber : Tempo.co

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top