3 Anggota Polisi Ditandu ke Mobil Biddokes Polda Metro Jaya

Setidaknya 3 anggota Kepolisan tampak ditandu dan dibawa ke arah mobil bidang kedokteran kesehatan.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 22 Mei 2019  |  20:38 WIB
3 Anggota Polisi Ditandu ke Mobil Biddokes Polda Metro Jaya
Aksi di depan gedung Bawaslu, Rabu (22/5/2019) - Bisnis/Lalu Rahadian

Bisnis.com, JAKARTA - Suasana di sekitar Gedung Bawaslu masih belum kondusif. Bahkan, 3 anggota Kepolisan tampak ditandu dan dibawa ke arah mobil bidang kedokteran kesehatan. 

Sekitar pukul 20:15 WIB, api kembali terlihat muncul di lokasi massa peserta aksi 22 Mei. Asap membumbung dari Jalan Wahid Hasyim yang berada di samping Gedung Djakarta Theater dan Gedung Sarinah.

Suasana bertambah hiruk pikuk oleh bunyi ledakan petasan dan kembang api.

Sekitar pukul 20:18 WIB personel Polisi dan TNI terlihat mundur ke arah bundaran HI.

Sekitar pukul 20:22 WIB seorang anggota Polisi terlihat ditandu setelah sebelumnya muntah-muntah.

Total sudah ada 3 polisi yang terlihat ditandu ke mobil Biddokes Polda Metro Jaya.

Rabu malam Wakil Ketua DPR yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tampak berorasi di atas mobil komando.

Saat berorasi di atas mobil komando peserta unjuk rasa, Fadli Zon menyinggung soal isu bayaran untuk pengunjuk rasa.

"Saudara-saudara yang datang dari Aceh sampai Papua, semua saya yakin datang atas keinginan sendiri, tak ada yg dibayar, betul? Fitnah kalau ada yang mengatakan saudara datang dibayar. Ini adalah tanggung jawab sebagai rakyat untuk menjaga keadilan," cetus Fadli Zon.

Dalam orasinya Fadli juga menyebutkan keyakinannya bahwa aksi yang dilakukan tidak melanggar konstitusi.

"Saya yakin bahwa pimpinan kita Bapak Prabowo, termasuk pimpinan-pimpinan lain, termasuk di DPR dan MPR yakin bahwa apa yang saudara lakukan adalah sesuai konstitusi, karena itu tak boleh dilakukan dengan kekerasan, dengan provokasi," ujar Fadli.

Fadli juga menyebutkan bahwa pemilu tidak berjalan jujur dan adil.

Fadli mengingatkan kepada aparat keamanan agar tidak ada lagi tindakan kekerasan.

Saat Fadli Zon masih berorasi terjadi sedikit kericuhan dari arah Gedung Sarinah. Aparat Kepolisian pun langsung meminta agar massa tidak melakukan provokasi.

"Saudara-saudara tolong jangan memprovokasi, melempari. Tolong. Kami TNI-Polri, ada Brimob juga tak akan terpancing dan melakukan apa pun. Tolong saudara-saudara. Mohon korlap untuk membantu. Terima kasih," ujar seorang polisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bawaslu, Aksi 22 Mei

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup