Ibu Ani Dibully, Ferdinand Hutahaean Berhenti Dukung Prabowo-Sandi

Politikus partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan berhenti mendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Penyebabnya adalah bullyan kepada Ibu Ani Yudhoyono.
Akhirul Anwar | 19 Mei 2019 10:59 WIB
Ferdinand Hutahaean - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Politikus partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menyatakan berhenti mendukung pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Penyebabnya adalah bullyan kepada Ibu Ani Yudhoyono. 

Pernyataan itu disampaikan melalui cuitan akun Twitter @FerdinandHaean2 pada Minggu (19/5/2019) yang diunggah pada pukul 07.22. 

"Pagi ini, sy menemukan bullyan yg sgt tdk berperi kemanusiaan dr buzzer setan gundul yg mengolok Ibunda Ani yg sedang sakit. Sikap itu sangat BRUTAL," cuit Ferdinand. 

"Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya FERDINAND HUTAHAEAN, saat ini menyatakan BERHENTI MENDUKUNG PRABOWO SANDI."

Dalam tiga jam, cuitan Ferdinand ini di-retweet 173 kali dan 316 likes. Komentar dari sejumlah warganet pun bermunculan. 

"Itu alasan anda saja.. Anda cari alasan untuk kluar dari dukungan.. Sejatinya anda adlah pecundang.. Prajurit sejati itu tidak akan meninggalkan temannya yang sedang berjuang.. Hanya seoran pecundang yang meninggalkan temannya yang sedang berjuang.." begitu cuitan Bukhori. 

Akun #2019GantiPresiden mencuti "INI CONTOH KOMUNIKASI POLITIKUS KEBON BAWANG CIKEAS... CAPER BAPERAN MAKSIMAL"

Ferdinand pun mengomentasi akun #2019GantiPresiden ; "Baper? kiranya TUHAN YANG MAHA KUASA memberi kamu cobaan sprt cobaan ke ibu Ani. Biar tau rasanya seperti apa perasaan kami. Anin Ya Allah..!"

Akun Msaid mencuit : "saya Tidak setuju bla ada yg bully Ibu ANY, dia adalah seorang Istri dan IBU bagi kita semua yg harus DIHORMATI. !! masalah Ferdinand Hutahaean yg berhenti mendukung PS, saya TIDAK PEDULI !!"

Sebelumnya akun Ferdinand membalas sebuah cuitan dari @Restcayah yang mention @SBYudhoyono. "Bini loe dah sembuh mbang"

Cuitan tersebut membuat Ferdinand marah karena sebagai bentuk perundungan atau bully. Dia mengaitkannya dengan kegagalan agenda 'setan gundul'. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai demokrat, susilo bambang yudhoyono, Pemilu 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top