Emmanuel Macron Serukan Gencatan Senjata di Libya

Presiden Emmanuel Macron ingin bertemu dengan komandan Libya timur Khalifa Haftar guna mendorong gencatan senjata dan melanjutkan kembali pembicaraan damai menurut Menteri Luar Negeri Prancis, Selasa (14/5/2019).
Newswire | 15 Mei 2019 07:28 WIB
Seorang pengunjuk rasa Libya membawa croissant (La Broiche) saat mengikuti demonstrasi menuntut diakhirinya serangan Khalifa Haftar terhadap Tripoli, di Martyrs Square di pusat Tripoli, Libya, 19 April 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA  - Presiden Emmanuel Macron ingin bertemu dengan komandan Libya timur Khalifa Haftar guna mendorong gencatan senjata dan melanjutkan kembali pembicaraan damai menurut  Menteri Luar Negeri Prancis, Selasa (14/5/2019).

Macron pekan lalu menyerukan genjatan senjata bagi pertempuran untuk memperebutkan Ibu Kota Libya Tripoli setelah menemui Perdana Menteri Libya dukungan PBB Fayez al-Serraj.

Tripoli merupakan rumah bagi pemerintahan yang diakui, namun sejumlah negara Eropa seperti Prancis juga mendukung komandan militer Libya timur Haftar sebagai jalan untuk memerangi gerilyawan di sebuah negara yang didera kerusuhan sejak penggulingan Muammar Gaddafi pada 2011.

Sehari setelah pertemuan Macron, pemerintah yang diakui internasional meminta 40 perusahaan asing termasuk perusahaan minyak ternama Prancis, Total agar memperbarui izin mereka, jika tidak maka operasi mereka akan dihentikan.

"Situasi di Libya sangat mengkhawatirkan karena usulan PBB untuk kedua belah pihak - yang hampir mencapai kesimpulan positif - hari ini gagal," kata Jean-Yves Le Drian di hadapan anggota parlemen.

"Inilah alasan mengapa presiden ingin bertemu dengan kedua belah pihak untuk mendukung inisiatif PBB."

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, eropa, libya

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup