Jubir BPN Prabowo-Sandi Sebut 'People Power' Sah Secara Konstitusional

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengkritik langkah pemerintah yang menahan politisi PAN Eggi Sudjana dengan pasal dugaan makar.
Feni Freycinetia Fitriani | 15 Mei 2019 08:47 WIB
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Azhar melambaikan tangan saat mengikuti sidang sebagai saksi dengan terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengkritik langkah pemerintah yang menahan politisi PAN Eggi Sudjana dengan pasal dugaan makar.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan gerakan people power, khususnya dalam Pemilu 2019.

"Saya pikir setop lah merampas hak demokrasi. People power secara konstitusional itu sah. Jadi begini, kenapa takut people power? Yang enggak boleh adalah berbuat anarkis dan kemudian merusak tatanan masyarakat dan bernegara sampai ideologi kita. Kalau kemudian itu tidak anarkis, tidak masalah," katanya seusai acara simposium mengungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (14/5/2019).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara demokrasi. Dia bahkan menilai orang yang melarang people power justru merupakan bentuk tindakan makar.

Dahnil sesumbar bahwa pihak yang menangkap orang yang melakukan people power dengan cara damai atau melaksanakan hak konstitusional dengan protes justru sedang menjalankan makar.

Terkait instruksi Amien Rais untuk mengubah people power menjadi gerakan kedaulatan rakyat, Dahnil menilai itu merupakan satir politik semata. Menurutnya, people power bukanlah sesuatu yang menakutkan. 

"Iya. Kedaulatan rakyat. Itu hanya kata-kata saja. Itu sebanarnya satir yang disampaikan Pak Amien. People power itu bukan sesuatu yang sebenarnya menakutkan," ujar Dahnil.

Eggi Sudjana ditahan oleh penyidik Polda Metro Jaya berdasarkan surat penahanan B/7608/V/RES.1.24/2019/Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Tersangka Eggi Sudjana telah diperiksa oleh tim penyidik terkait perkara dugaan tindak pidana makar selama 13 jam di Polda Metro Jaya sejak Senin 13 Mei 2019 pukul 16.30 WIB.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
eggi sudjana, Pemilu 2019, Makar, Aksi 22 Mei

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup