Sakit Lagi, Romahurmuziy Dibantarkan ke RS Polri

Sebelumnya, Romahurmuziy alias Rommy memang mengeluh sakit sehingga proses pemeriksaan ditunda oleh KPK, Kamis (8/5/2019). Hanya saja, Febri saat itu mengatakan tak perlu sampai dibantarkan.
Ilham Budhiman | 14 Mei 2019 16:09 WIB
Tersangka suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama RI Tahun 2018-2019, Romahurmuziy alias Rommy, di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy, kembali dibantarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rumah Sakit Polri.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan proses pembantaran mantan Ketum PPP itu dilakukan pada Senin (13/5/2019). Ini untuk keduanya kalinya dia dibantarkan.

"RMY [Romahurmuziy] tadi malam dibawa ke RS Polri," katanya, Selasa (14/5/2019). 

Sebelumnya, Romahurmuziy alias Rommy memang mengeluh sakit sehingga proses pemeriksaan ditunda oleh KPK, Kamis (8/5/2019). Hanya saja, Febri saat itu mengatakan jila Rommy tak perlu sampai dibantarkan.

Di sisi lain, Febri tak menyebut apakah keluhan yang dirasakan Rommy kali ini masih sama dengan yang sebelumnya sehingga harus kembali dibantarkan ke RS Polri Kramat Jati.

"Karena menurut dokter perlu rawat inap, maka dilakukan pembantaran," ujarnya.

Rommy saat pertama kali di bantarkan pada Selasa (2/4/2019) silam mengalami sakit gangguan pencernaan. Dia menjalani rawat inap sebulan penuh.

Meski demikian, KPK memastikan tertundanya pemeriksaan Rommy tidak menghalangi proses penyidikan kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kemenag. Saksi kunci seperti Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bahkan telah diperiksa KPK.

Dalam perkara ini, Rommy diduga menerima uang suap senilai Rp300 juta dari tersangka mantan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhamad Muafaq Wirahadi. Suap itu diduga diberikan demi memuluskan proses pengisian jabatan di Kemenag Jatim.

KPK juga menduga ada pihak internal Kemenag yang bersama-sama dengan Rommy dalam menerima aliran suap. KPK telah mengidentifkasi nama-nama tersebut.

Dalam perkembangan lain, permohonan praperadilan Rommy di PN Jakarta Selatan telah ditolak hakim tunggal Agus Widodo dengan segala pertimbangannya, Selasa (14/5/2019).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
romahurmuziy, OTT KPK

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup