Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

FPI : Jika Kriminalisasi Berlanjut, Kami Akan 'Aksi Bela Ulama' Lagi

Front Pembela Islam (FPI) mengancam akan memobilisasi ribuan orang ke jalan dalam 'Aksi Bela Ulama dan Aktivis' jika Polri tidak berhenti melakukan kriminalisasi.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 13 Mei 2019  |  17:16 WIB
Ketua Umum (Ketum) FPI, KH Ahmad Sobri Lubis/JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi
Ketua Umum (Ketum) FPI, KH Ahmad Sobri Lubis/JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Front Pembela Islam (FPI) mengancam akan memobilisasi ribuan orang ke jalan dalam 'Aksi Bela Ulama dan Aktivis' jika Polri tidak berhenti melakukan kriminalisasi.

Ketua Umum (Ketum) FPI, KH Ahmad Sobri Lubis menilai kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis yang dilakukan Polri dalam beberapa hari terakhir akan melahirkan perlawanan masyarakat dalam bentuk Aksi Bela Ulama dan Aktivis.

"Cara-cara kriminalisasi seperti ini tentunya akan melahirkan perlawanan dari masyarakat untuk membela ulama dan aktivis, karena itu kami akan gelar kembali Aksi Bela Ulama dan Aktivis itu," tuturnya, Senin (13/5/2019).

Dia berpandangan beberapa kasus yang menjerat ulama dan aktivis kini terkesan dipaksakan dan terburu-buru dalam penetapan tersangka. Menurut Sobri, Polri berencana membungkam ulama dan aktivis yang kritis terhadap Pemerintah dengan cara dikriminalisasi.

"Ini memang terkesan dipaksakan ya, mereka itu hanya cari-cari dalil saja. Kasusnya tidak jelas, tapi ini kok ada yang sudah ditetapkan tersangka," kata Sobri.

Dia mengimbau agar Polri tetap professional dan netral dalam menangani setiap kasus. Sobri juga meminta agar Polri berhenti melakukan kriminalisasi ulama dan aktivis.

"Kami minta agar hal ini dihentikan atau kami akan Aksi Bela Ulama," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fpi kriminalisasi
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top