Sudah Diedarkan Rp23 Triliun, Ada Kesalahan Penulisan dalam Uang Pecahan Ini

Gara-gara Typo, bank sentral Australia harus menarik uang sekitar 2,3 miliar dolar Australia untuk digantikan dengan versi revisinya. Ini kisahnya.
Oliv Grenisia | 09 Mei 2019 11:18 WIB
Typo dalam pecahan uang 50 dolar Australia.

Bisnis.com, JAKARTA -- 'Polisi typo' telah menemukan adanya kesalahan penulisan pada uang kertas pecahan 50 dolar Australia yang dirilis Oktober 2018 dengan total nilai yang sudah tersebar setara 2,3 miliar dolar Australia atau Rp23 triliun. Kira-kira ada kesalahan penulisan apa ya di salah satu pecahan mata uang Negeri Kangguru tersebut?

Dikutip dari The Sydney Morning Herald pada Kamis (09/05/2019), uang pecahan 50 dolar Australia itu memiliki gambar anggota parlemen perempuan pertama Australia Edith Cowan. Lalu, kesalahan penulisan terjadi pada kutipan yang berada di bahu Cowan.

"Merupakan tanggung jawab besar untuk menjadi satu-satunya perempuan di sini. Saya ingin menekankan perlunya lebih banyak perempuan di sini," kutipan Cowan yang dijadikan desain uang 50 dolar Australia tersebut.

"It is a great responsibilitiy to be the only woman here, and i want to emphasise the necessity which exists for other women being here"

Kutipan itu adalah ucapan pertama kali Cowan setelah resmi terpilih sebagai dewan legislatif Australia barat pada 1921.

Sayangnya, penulisan kutipan itu dalam uang 50 dolar Australia ada yang salah. Kata responsibility tertulis tanpa salah satu huruf 'i' sehingga menjadi responsibilty.

Mengetahui hal itu, Reserve Bank of Australia (RBA) mengaku bakal langsung perbaiki kesalahan cetak uang 50 dolar Australia yang sudah tercetak sebanyak 2,3 miliar dolar Australia.

Sementara itu, Penulis Uang Kertas dolar Australia itu Mick Vort-Ronald mengatakan, kesalahan percetakan adalah hal yang biasa, tetapi tidak untuk kesalahan pengetikan .

"Selama 43 tahun menulis untuk uang kertas, saya tidak pernah menemukan kejadian seperti ini," ujarnya.

Namun, kejadian ini justru menjadi menarik, terutama untuk para kolektor.

Pada 2018, Gubernur RBA Philip Lowe menjelaskan, tujuan desain baru itu adalah untuk menjaga kepercayaan masyarakat pada uang kertas sebagai metode pembayaran dan penyimpan kekayaan yang aman.

Proses pembuatannya melibatkan pengintegrasian desain artistik yang mencerminkan identitas budaya Australia dengan serangkaian fitur teknis kompleks. Harapannya, uang itu semakin sulit untuk dipalsukan.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
australia

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup