Bahar bin Smith Palsu Irit Bicara saat di Bali, Saksi : Mengaku Habis Diracuni

Muhammad Nurcholis mengaku kecewa dengan dua remaja yang telah mengaku-ngaku sebagai Bahar bin Smith saat di Bali.
Dea Andriyawan
Dea Andriyawan - Bisnis.com 09 Mei 2019  |  16:30 WIB
Bahar bin Smith Palsu Irit Bicara saat di Bali, Saksi : Mengaku Habis Diracuni
Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/2/2019). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, BANDUNG — Muhammad Nurcholis mengaku kecewa dengan dua remaja yang telah mengaku-ngaku sebagai Bahar bin Smith saat di Bali.

Hal tersebut disampaikan Nurcholis saat dihadirkan di persidangan sebagai saksi meringankan dalam kasus dugaan penganiayaan Bahar bin Smith terhadap dua orang remaja yakni Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam alias Zaki, yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Kota Bandung, Kamis (9/5/2019).

Nurcholis merupakan rekan Hamid Isnaeni yang sama-sama warga Bali. Dia juga turut bertemu dengan Zaki dan Cahya.

Nurcholis menuturkan pertemuan antara dirinya dengan Cahya yang mengaku Bahar bin Smith dan Zaki sebagai Alatos berawal saat dirinya dihubungi oleh Hamid. Hamid memberi tahu ada dua keturunan Nabi tersebut yang kehilangan uang Rp 6 juta di Bali.

"Ketika bertemu, dia [Cahya] mengenalkan diri kalau dia [Cahya] Habib Bahar nah satu lagi [Zaki] namanya Alatos. Mengaku Habib Bahar dan menyebut istrinya juga. Yang bicara ini si Alatos," ucap Nurcholis.

Nurcholis yang sudah mendengar cerita soal hilang uang Rp 6 juta itu lantas mengajak rekan-rekannya untuk urunan. Uang Rp 4 juta akhirnya terkumpul dan diberikan kepada Cahya dan Zaki melalui tangan Almarhum Usman.

"Itu (memberi uang) karena Dzuriyah Rosul (turunan nabi). Saya harus hormati," kata Nurcholis.

Nurcholis kemudian mengantar Zaki dan Cahya ke bandara menggunakan mobil pinjaman. Sebelum sampai di bandara, Nurcholis mengajak mereka makan terlebih dahulu. Pada saat itu lah Nurcholis melihat gelagat mencurigakan dari keduanya.

"Saat makan itu, sorban (Cahya) sempat dibuka. Tapi si Zaki ini mencolek supaya ditutup lagi. Saya lihat saat mencolek itu karena saya ada di sampingnya," tuturnya.

Nurcholis sejak itu ia mulai mencurigai gelagat aneh keduanya. Terlebih, orang yang mengaku Bahar bin Smith tersebut tidak banyak bicara. Malah temannya yang mengaku Alatos yang sangat dominan berbicara.

"Alatos itu yang banyak bicara. Jabar yang mirip Habib Bahar banyak diam. Alatos ini bilang waktu itu Habib Bahar habis diracun, nggak banyak bicara, pita suaranya rusak. Kedua bilang Habib Bahar biasanya bibirnya merah, sekarang nggak pakai lipstik," ucapnya.

Kecurigaan Nurcholis pun bertambah saat mendengar tujuan Cahya dan Zaki datang ke Bali. Mereka mengaku datang ke Bali atas undangan salah satu pengajian yang ternyata saat tiba di Bali, panitia kabur.

"Di Bali itu kalau ada kegiatan keagamaan pasti ramai. Ini nggak ada. Apalagi sekaliber Bahar, nggak ada ramai-ramai," katanya.

Akhirnya, kecurigaan Nurcholis terjawab. Setelah Zaki dan Cahya pulang, Zaki menelepon Nurcholis dan mengaku telah berbohong.

"Setelah pulang dari Bali, Zaki sempat telepon saya malam hari, kebetulan ada saksinya karena saya pakai speaker. Dia bilang, 'pak Nurcholis saya minta maaf saya sudah bohongi, saya pun dibohongi Jabar baru kenal Jabar pagi tadi di Bali. Terus dia bukan habib saya yang habib. Saya Alatas turunannya',” kata dia.

Kepada Nurcholis, Zaki pun mengaku dirinya akan mempertanggung jawabkan semua perbuatanny tersebut di depan Bahar bin Smith.

“ Terus dia bilang, saya akan pertanggung jawabkan semua ini di depan Habib Bahar apapun konsekuensinya, akan tanggung'. Makanya saya di Bali kaget kenapa ada persidangan ini," kata Nurcholis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Habib Bahar

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top