Boeing Mengaku Tahu Masalah di Pesawat 737 Max Sebelum Kecelakaan

Boeing telah mengakui bahwa mereka mengetahui masalah dengan pesawat 737 Max satu tahun sebelum pesawat itu terlibat dalam dua kecelakaan fatal, namun tidak mengambil tindakan.
Aprianto Cahyo Nugroho | 08 Mei 2019 09:06 WIB
Boeing - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Boeing telah mengakui bahwa mereka mengetahui masalah dengan pesawat 737 Max 1 tahun sebelum pesawat itu terlibat dalam dua kecelakaan fatal, namun tidak mengambil tindakan.

Dilansir dari BBC, perusahaan mengatakan telah secara tidak sengaja membuat fitur alarm sebagai opsi tambahan, bukan standar, tetapi bersikeras bahwa hal ini tidak membahayakan keselamatan penerbangan.

Seluruh pesawat 737 Max telah dilarang terbang pada Maret setelah penerbangan Ethiopian Airlines jatuh dan menewaskan 157 orang. Lima bulan sebelumnya, 189 orang tewas dalam kecelakaan Lion Air.

Armada pesawat 737 Max di seluruh dunia berjumlah 387 pesawat pada saat larangan terbang diberlakukan.

Fitur yang bermasalah ini dikenal sebagai peringatan Angle of Attack (AOA) Disagree dan dirancang untuk memberi tahu pilot ketika dua sensor berbeda melaporkan data yang saling bertentangan.

Boeing bermaksud untuk menyediakan fitur sebagai standar, tetapi tidak menyadari sampai pengiriman dimulai bahwa fitur tersebut hanya tersedia jika maskapai penerbangan membeli indikator opsional.

Dikatakan pihaknya bermaksud untuk mengatasi masalah tersebut dalam pembaruan peranti lunak selanjutnya. Boeing menyatakan bahwa masalah perangkat lunak tidak berdampak buruk terhadap keselamatan atau pengoperasian pesawa..

Sebelumnya, Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mengatakan kepada Reuters bahwa Boeing belum memberi tahu masalah perangkat lunak tersebut sampai November 2018, sebulan setelah Lion Air jatuh.

FAA mengatakan masalah itu "berisiko rendah", tetapi mengatakan Boeing sebenarnya dapat membantu menghilangkan kemungkinan kebingungan dengan memberi informasi mengenai masalah tersebut sebelumnya.

Sudut terbang pesawat diidentifikasi sebagai faktor dalam dua kecelakaan fatal tersebut. Boeing mengatakan AOA yang keliru diteruskan ke Sistem Augmentasi Karakteristik Manuver (Maneuvering Characteristics Augmentation System/MCAS) pesawat.

MCAS merupakan sebuah sistem anti-stall yang telah berada di bawah pengawasan sejak kecelakaan terjadi. Boeing saat ini tengah mengembangkan perangkat lunak baru untuk MCAS.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boeing

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup