Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prabowo Marahi Media, TKN Sebut Pemimpin Otoriter Antikritik

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Tb Ace Hasan Syadzily menyebut bahwa pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang tercatat beberapa kali menyerang media, menunjukkan ketidakmampuannya menjunjung nilai-nilai demokrasi.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 02 Mei 2019  |  13:14 WIB
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) meninggalkan lokasi seusai menghadiri aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) meninggalkan lokasi seusai menghadiri aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Rabu (1/5/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA — Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf TB Ace Hasan Syadzily menyebut bahwa pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang tercatat beberapa kali menyerang media, menunjukkan ketidakmampuannya menjunjung nilai-nilai demokrasi.

Sebelumnya, Prabowo ketika menghadiri acara Hari Buruh Internasional atau May Day di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2019), menyebut bahwa media ikut merusak demokrasi di Indonesia.

"Tuduhan kasar seperti itu semakin menunjukkan bahwa Prabowo sebagai pemimpin politik tidak pernah mau mengerti fungsi pers dalam demokrasi," ungkap Ace dalam keterangan resminya, Kamis (2/5/2019).

"Bahkan sangat jelas mencerminkan watak seorang pemimpin otoriter yang sangat antikritik dan juga anti pada suara kritis media. Jika media tidak menyuarakan kepentingan politiknya, maka media dianggap merusak demokrasi," tambahnya.

Ace menjelaskan bahwa media di Indonesia telah bekerja berdasarkan prinsip-prinsip jurnalisme, berdasarkan fakta, melakukan klarifikasi, serta melakukan edukasi ke publik, sehingga Ace bisa paham kenapa hoaks dan juga ujaran kebencian tidak mendapatkan tempat di media.

"Media pasti bukan seperti bebek-bebek yang bisa digiring untuk kepentingan politik Prabowo. Awak media pasti punya akal sehat yang tidak mudah dikendalikan untuk sebar kebohongan dan sandiwara. Media juga pasti rasional dengan tidak mau meracuni masyarakat dengan halunisasi, ilusi, dan provokasi," ungkap politisi Golkar ini.

"Kebebasan pers adalah tiang penyangga demokrasi. Upaya untuk mengancam media dalam menjalankan tugas jurnalismenya jelas perilaku diktator yang bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, dan sangat disayangkan, sebagai politisi yang menikmati ruang kebebasan dalam alam demokrasi, Prabowo justru ingin membunuh salah satu elemen paling dasar dari demokrasi yakni kebebasan pers," tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

media massa may day prabowo subianto
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top