Pemilu Dinilai Damai, Rusia Perkuat Komitmen Investasi di Indonesia

Pemerintah Rusia menilai iklim investasi di Indonesia masih tetap kondusif melihat keberhasilan pelaksanaan pemilu yang aman, damai dan transparan.
Pemilu Dinilai Damai, Rusia Perkuat Komitmen Investasi di Indonesia
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 April 2019  |  20:21 WIB
Pemilu Dinilai Damai, Rusia Perkuat Komitmen Investasi di Indonesia
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Oesman Sapta Odang memberikan keterangan pers bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva usai melakukan pertemuan di rumah dinas, Rabu (24/4/2019)/JIBI - Bisnis/John Andhi Oktaveri

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah Rusia menilai iklim investasi di Indonesia masih tetap kondusif melihat keberhasilan pelaksanaan pemilu yang aman, damai dan transparan.

Demikian dikemukakan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) saat memberikan keterangan pers bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva usai melakukan pertemuan di rumah dinasnya, Rabu (24/4/2019).

Menurut OSO, Rusia akan melanjutkan investasinya di Indonesia karena keberhasilan pelaksanaan pemilu serentak yang baru saja berlangsung.

“Mereka berencana berinvestasi senilai US$25 miliar untuk rel kereta api, pertambangan aluminium. Mereka tengah membicarakan soal rencana investasi rel kereta api," ujar OSO pada kesempatan tersebut.

Sementara itu, Konsuler Senior Kedubes Rusia, Veronika Novoseltseva mengakui keberhasilan pelaksanaan pemilu di Indonesia karena dirinya termasuk dalam tim pemantau asing yang ikut meninjau sejumlah tempat pemungutan suara (TPS).

“Saya bersama pengamat mengunjungi beberapa TPS untuk menyaksikan langsung pelaksanaan pemilu. Menurut kami pemilu sangat transparan, aman dan lancar,” ujarnya. Dia juga mengapresiasi partisipasi publik yang tinggi atas pelaksanaan pemilu di Indonesia.

Pada Februari lalu, Kedutaan Besar Rusia di Indonesia mengeluarkan pernyataan yang menegaskan pemerintahnya tidak mencampuri pemilu di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menaggapi pidato calon presiden petahana Joko Widodo yang menyebut pemakai konsultan asing dalam berpolitik cenderung tidak memikirkan dampaknya bagi rakyat, salah satunya dengan teori propaganda Rusia.

Menurut pemerintah Rusia, istilah itu sama sekali tidak berdasarkan pada realitas.

"Kami menggarisbawahi bahwa posisi prinsipil Rusia adalah tidak campur tangan pada urusan dalam negeri dan proses-proses elektoral di negara-negara asing, termasuk Indonesia yang merupakan sahabat dekat dan mitra penting kami," menurut pihak Kedubes Rusia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rusia, oesman sapta odang, Pemilu 2019

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top