BNPB Tingkatkan Pemahaman Bencana Lewat HKB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap bencana, salah satu upayanya melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 24 April 2019  |  19:38 WIB
BNPB Tingkatkan Pemahaman Bencana Lewat HKB
Diklat Teknis Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan di Bandung, Rabu (23/4/2019)/JIBI - Bisnis/Agne Yasa

Bisnis.com, BANDUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berupaya meningkatkan literasi masyarakat terhadap bencana, salah satu upayanya melalui Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB).

HKB yakni sosialisasi dan edukasi tentang risiko bencana kepada para pemangku kepentingan.

Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Widjaja mengatakan BNPB menginisiasi Hari Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap ancaman, kapasitas dan risiko bencana di lingkungan sekitar.

"[Selain itu, tujuannya] meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapai ancaman bencana melalui pelatihan dan latihan kesiapsiagaan secara bertahap, bertingkat dan berkelanjutan," jelasnya dalam Diklat Teknis Penanggulangan Bencana Bagi Wartawan di Bandung, Rabu (23/4/2019).

Wisnu menambahkan perlu dipahami bahwa ancaman bencana alami atau natural hazard merupakan sebuah keniscayaan. Namun, bencana terjadi karena ulah dan perilaku manusia. Selain itu, bencana dapat terjadi  pada setiap orang, bencana menjadi urusan bersama. 

"Pencegahan dan kesiapsiagaan bencana dimulai dari diri, keluarga, dan komunitas dilaksanakan oleh semua pemangku kepentingan atau pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi dan media," jelasnya.

Sejak pertama kalinya Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) dicanangkan, tahun ini baru kali pertama HKB dipusatkan di suatu kota yaitu Lembang Bandung, Jawa Barat. 

Lembang Bandung dipilih karena menyimpan potensi bencana Sesar Lembang. BPBD, OPD Kabupaten/Kota dan Provinsi diharapkan dapat tampil maksimal mengukur kemampuan dan kekuatan daerah dalam penanggulangan bencana.

Puncak HKB 2019 pada 26 April 2019 akan menggerakkan 53 juta partisipan se-Indonesia yang terdiri dari lembaga pemerintah, sekolah atau kampus, dan orang keluarga. Adapun 1.000 relawan akan bergabung untuk deklarasi relawan bela alam di Sesko AU, Lembang.

Sesar Lembang merupakan patahan sepanjang 29 Km yang terletak di Utara Kota Bandung. Patahan Lembang ini, adalah patahan aktif yang bergerak 3-5,5 mm pertahun. Hal ini dapat terlihat, di bagian Utara terlihat menurun dan bagian Selatan terangkat. Daerah yang dilewati oleh Sesar Lembang adalah Cihideung, Bosscha, dan Gunung Batu.

Proses tektonik ini mengakibatkan terbentuknya suatu gawir atau dinding terjal yang merupakan bidang gelincir dari Sesar Lembang. Gawir tersebut dapat dilihat dengan jelas dari Lembang ke arah timur. 

Sementara itu, beberapa daerah yang terangkat akibat aktivitas Sesar Lembang ini adalah Gunung Palasari, Gunung Lembang, Observatorium Bosscha di bagian timur, Jambudipa di bagian barat, Batu Nyusun, Gunung Batu, Cihideung dan Bukit The Peak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bnpb, mitigasi bencana

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top