BPN Prabowo-Sandi : Ada Upaya Membangun Opini Menangkan Salah Satu Kandidat

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai ada propaganda yang dilakukan berbagai pihak untuk memenangkan salah satu kandidat Pemilu 2019 melalui hasil perhitungan cepat (quick count).
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 20 April 2019  |  13:35 WIB
BPN Prabowo-Sandi : Ada Upaya Membangun Opini Menangkan Salah Satu Kandidat
Kotak suara Pemilihan Umum 2019 - Bisnis.com/Andhika

Bisnis.com, JAKARTA--BPN Prabowo-Sandi mengingatkan ada propaganda yang dilakukan berbagai pihak untuk memenangkan salah satu kandidat Pemilu 2019 melalui hasil perhitungan cepat (quick count).

Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Pipin Sofyan menilai quick count yang dilakukan hanya berdasarkan hasil suara 2.000 tempat pemungutan suara (TPS), tidak cukup mewakili lebih dari 800.000 TPS yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, menurutnya, penayangan hasil quick count dilakukan secara terus menerus dan hampir semua lembaga survey menayangkan perhitungan hasil suara yang hampir sama, yang mengunggulkan salah satu kandidat.

"Ada berbagai pihak yang membangun opini seakan-akan Pilpres sudah selesai. Saya membayangkan jika ini dipikir sudah dianggap selesai, ke depan bisa jadi Pemilunya cukup pemilu quick count dan TPS nya cukup 2000 saja, cukup 600.000 rakyat yang akan memilih," katanya saat Talkshow Pemilu Serentak yang Menghentak, Sabtu (20/4/2019).

Pipin menyoroti dengan dipublikasikannya hasil quick count secara berlebihan berkonsekuensi adanya upaya untuk menggiring opini cukup mencapai kemenangan sesuai dengan hasil quick count.

Pipin juga menyampaikan pihaknya menemukan kejanggalan di beberapa TPS, misalnya, KPU mengirimkan data ke KPU pusat dengan C1, dengan hasil rekapitulasi yang salah.

Dia mencontohkan di suatu TPS, Prabowo-Sandi mendapatkan 148 suara, tetapi hanya di tulis 56 atau 48 dan menurutnya ini terjadi di beberapa daerah.

"Yang kami khawatirkan ada kecurangan, itu adalah kanibalisme dalam demokrasi, mengambil saura rakyat dengan cara merubah angka. Kami masih mengukur apakah ini kecurangan secara terstruktur atau human error," jelasnya.

Sementara itu, terkait pasangan kandidat nomor urut 02 yang melakukan tiga kali deklarasi kemenangan. Pipin menjelaskan Prabowo memiliki tim khusus untuk menghitung secara real count dari berbagai darerah dan jika dilihat, memang data perhitungan tersebut berbeda dengan hasil quick count.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019, prabowo-sandi

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top