Jika Prabowo Kalah, Pendukungnya Lakukan ‘People Power’

Calon legislatif asal Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sujana, mengatakan optimistis dengan kemenangan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Namun, jika kalah, Eggi menyebut kubunya akan mencari temuan-temuan kecurangan sebelum bertindak.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 17 April 2019  |  12:35 WIB
Jika Prabowo Kalah, Pendukungnya Lakukan ‘People Power’
Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto usai menggunakan hak pilihnya pada Pemilu Presiden 2019 di TPS 041, Kampung Curug, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu, (17/4). JIBI/Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Calon legislatif asal Partai Amanat Nasional (PAN), Eggi Sujana, mengatakan optimistis dengan kemenangan pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno pada Pilpres 2019. Namun, jika kalah, Eggi menyebut kubunya akan mencari temuan-temuan kecurangan sebelum bertindak.

 “Kami mencari dulu temuan-temuan kecurangannya. Kami tidak boleh gegabah, emosional, kami harus tetap jaga persatuan Indonesia,” kata Eggi di masjid Al-Falaah kepada wartawan, di sela acara Subuh Akbar dan Putihkan TPS, Rabu (17/4/2019).

Bila ditemukan, Eggi mengatakan sebagai calon legislatif asal PAN, maka ia akan menuruti langkah yang diambil oleh Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, untuk melakukan people power. Ia mengatakan tak lagi percaya pada Mahkamah Konstitusi sejak gugatan Prabowo di Pilpres 2014 mentok.

“Pak Amien juga sudah sepakat enggak ke MK. Tapi lewat people power. Sah secara hukum, yurisprudensinya. Tumbangnya Soeharto lewat people power juga,” kata dia.

Sebelumnya, Amien Rais sempat mengancam akan mengerahkan massa untuk turun ke jalan jika mereka menemui kecurangan dalam hasil Pilpres 2019. Amien mengatakan memilih people power ketimbang menggugat hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi.

Sebab, bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat ini mengaku tak percaya dengan MK. Amien Rais yang merupakan Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga tengah mempersoalkan daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019. BPN mengklaim menemukan 17,5 juta DPT bertanggal lahir sama di 1 Juli, 31 Desember, dan 1 Januari.

Untuk menyambut Pemilu 2019, massa berbaju putih mulai berdatangan ke Masjid Al-Falaah sejak pukul 04.00 WIB. Pada acara Subuh Akbar ini kurang lebih hanya 100 orang hadir di masjid ini.

Masjid ini dipilih sebagai lokasi Subuh Akbar dan Putihkan TPS. Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI) Al-Khaththath mengatakan acara di masjid Al-Falaah ini memang tidak dipusatkan, namun memang karena FUI kerap kali mengadakan kegiatan di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
quick count, Pilpres 2019, quick count pilpres 2019

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top