Pemimpin Dunia Ekspresikan Duka atas Kebakaran Katedral Notre Dame

Sejumlah pemimpin negara dan tokoh internasional menyampaikan rasa duka dan solidaritas kepada masyarakat Prancis atas terbakarnya Katedral Notre Dame di Paris pada Senin (15/4/2019).
Iim Fathimah Timorria | 16 April 2019 10:29 WIB
Asap mengepul ketika api melahap puncak menara Katedral Notre Dame di Paris, Prancis 15 April 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah pemimpin negara dan tokoh internasional menyampaikan rasa duka dan solidaritas kepada masyarakat Prancis atas terbakarnya Katedral Notre Dame di Paris, Senin (15/4/2019).

Kepala Komisi Eropa Jean Claude Juncker misalnya. Ia mengatakan bahwa Notre Dame merupakan milik seluruh umat manusia yang telah menginspirasi banyak penulis, pelukis, filsuf, dan pengunjung dari berbagai penjuru dunia.

"Notre Dame di Paris adalah Notre Dame untuk seluruh Eropa. Kita semua bersama Paris hari ini," ungkap Presiden Dewan Uni Eropa Donald Tusk sebagaimana dikutip Channel News Asia.

Juru Bicara Takhta Suci Vatikan mengekspresikan kedekatannya dengan umat Katolik Prancis dan warga Paris, mereka pun mengirimkan doa untuk berbagai pihak yang berusaha memadamkan api dan mencegah dampak lebih buruk.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku sangat khawatir melihat Katedral Notre Dame dilalap api yang begitu besar. Ia pun sempat mengusulkan pemadaman api dilakukan dengan menggunakan semacam "tanker udara berisi air". Namun, ide ini ditolak Prancis karena dikhawatirkan akan menyebabkan kehancuran seluruh bangunan.

Duka senada diungkapkan pendahulu Trump, Barack Obama. Melalui akun Twitter-nya, Obama mengatakan bahwa Notre Dame adalah salah satu harta karun dunia.

"Merupakan hal yang natural ketika kita melihat peninggalan sejarah hilang. Namun hal yang natural pula bagi kita untuk bangkit kembali, sekuat kemampuan kita," tulis Obama.

Di Inggris, Perdana Menteri Theresa May mengirimkan simpati bagi warga Prancis. Ia pun mendoakan kobaran api yang membakar Notre Dame segera padam.

Kanselir Jerman Angela Merkel melalui juru bicaranya Steffen Seibert mengaku apa yang terjadi pada Kateedral Notre Dame membuatnya terpukul.

"Notre Dame adalah simbol dari Prancis dan budaya Eropa kita. Doa kami menyertai rekan-rekan kami dari Prancis," ungkap juru bicara Seibert.

Sementara itu, badan kebudayaan PBB, UNESCO melalui Sekretaris Jenderal Audrey Azoulay menyatakan pihaknya akan terus mendukung Prancis untuk menyelamatkan dan memulihkan warisan budaya yang tak ternilai tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
katedral notre dame

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top