Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Perang Saudara di Libya Berlanjut, 121 Tewas

Pertempuran di dekat Tripoli telah menewaskan 121 orang sejak orang kuat Khalifa Haftar melancarkan serangan awal bulan ini untuk menguasai ibukota Libya.
Tentara Nasional Libya di bawah pimpinan pemberontak Jendral Khalifa Haftar terlihat meninggalkan Benghazi pada hari Minggu 7 April 2019 untuk bergabung dengan pasukannya guna menggempur Tripoli./Reuters-Esam Omran Al Fetori
Tentara Nasional Libya di bawah pimpinan pemberontak Jendral Khalifa Haftar terlihat meninggalkan Benghazi pada hari Minggu 7 April 2019 untuk bergabung dengan pasukannya guna menggempur Tripoli./Reuters-Esam Omran Al Fetori

Bisnis.com, JAKARTA--Pertempuran di dekat Tripoli telah menewaskan 121 orang sejak orang kuat Khalifa Haftar melancarkan serangan awal bulan ini untuk menguasai ibukota Libya. 

Dalam bentrokan antara pasukan Haftar dan pasukan Pemerintah Nasional yang yang didukung PBB, kedua belah pihak telah menyatakan "kemenangan". Akan tetapi tidak ada kepemimpinan secara substansial beberapa hari terakhir.

Dengan lebih dari 560 orang terluka sejak pertempuran dimulai pada 4 April, Organisasi Kesehaan Dunia (WHO) mengatakan telah mengirim lebih banyak pasokan medis dan staf ke Tripoli sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Minggu (14/4).

Organisasi PBB mengecam "serangan berulang terhadap pekerja perawatan kesehatan" dan kendaraan selama pertempuran, menurut pesan di akun Twitter.

Kekerasan yang meningkat telah memicu kekhawatiran global tentang negara kaya minyak itu. 

"Tiga personel medis tewas dan lima ambulan telah rusak berat akibat terkena pecahan peluru," menurut kantor urusan kemanusiaan PBB (OCHA) dalam satu pernyataan kemarin.

Sejumlah milisi berusaha untuk mengambil kendali pemerintahan. Pertempuran kembali berkobar tak lama sebelum sebuah konferensi dijadwalkan untuk membahas masa depan Libya.

Lebih dari 13.500 orang telah mengungsi dan lebih dari 900 sekarang tinggal di tempat penampungan, kata OCHA. Kedua belah pihak telah meluncurkan serangan udara dan saling menuduh menargetkan warga sipil.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper