Berdayakan Pemulung, Siswa Jakarta Intercultural School Ciptakan Aplikasi

Kabar24.com, JAKARTA-Siswa Jakarta Intercultural School atau JIS Moses Mayer meraih sejumlah penghargaan dan mengharumkan Indonesia di sejumlah kompetisi bergengsi bidang bahasa, matematika, sains, robotika, informatika, dan komputasi.
Newswire | 15 April 2019 15:07 WIB
Moses Mayer Siswa JIS - Istimewa

Kabar24.com, JAKARTA-Siswa Jakarta Intercultural School atau JIS Moses Mayer meraih sejumlah penghargaan dan mengharumkan Indonesia di sejumlah kompetisi bergengsi bidang bahasa, matematika, sains, robotika, informatika, dan komputasi.

Moses telah berprestasi sejak masih di sekolah dasar hingga saat ini berada di kelas 12 JIS. Dia  memenangkan banyak penghargaan olimpiade ataupun kompetisi matematika, serta informatika atau computer science di tingkat nasional maupun internasional.

Penghargaan yang diraihnya antara lain medali emas OSN, medali emas National Olympiad in Informatics di Singapura, medali perunggu Internasional Olympiad of Metropolises di Moskow, medali perunggu Junior Balkan Mathematics Olympiad di Rumania, serta penghargaan bidang matematika maupun informatika di China, Kazakhstan, Hong Kong, dan lainnya.

Matematika ternyata juga mengantarkan Moses mengembangkan minatnya pada solusi masalah kebersihan di kota besar.

Moses juga kreatif mengembangkan SampahLink, sebuah aplikasi telepon pintar (smartphone) untuk pengelolaan sampah.

Melalui aplikasi ini, dia berupaya meningkatkan kesejahteraan para pemulung, seperti memberikan bantuan microfinance untuk pengadaan alat dan pendidikan para pemulung serta komunitasnya,”

"Moses adalah potret dari banyak siswa JIS yang memiliki semangat untuk meraih prestasi tinggi dan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk lingkungan di sekitarnya,” kata Tarek Razik, JIS Head of School, melalui keterangan tertulis.

Menurutnya, siswa mendapat kesempatan dan dukungan besar dari JIS untuk bisa mengembangkan minat mereka sekaligus berkontribusi kepada masyarakat yang merupakan bagian dari kehidupan mereka. “Inilah yang menjadikan JIS sebagai lembaga yang memiliki peran sangat penting dalam memajukan dunia pendidikan Indonesia sejak dulu hingga hari ini," kata Tarek Razik.

Moses mengungkapkan bahwa  JIS amat berperan memperkuat minatnya pada bidang ilmu matematika dan sains komputer.

Di sekolah, Moses memiliki nilai sempurna A dan A+ untuk semua mata pelajarannya, dan aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah. Dia pun berusaha menyebarkan kecintaan pada matematika kepada murid-murid lain dengan mendirikan Mu Alpha Tetha–Math Honor Society di JIS.

Klub ini merupakan chapter pertama di Indonesia yang berpusat di Amerika Serikat. Dia juga merupakan bagian dari Student Council dan National Honor Society.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aplikasi

Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup