Kampanye Pilpres 2019 : Jokowi Ungkit Kebijakannya Kala Jadi Gubernur

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengungkit kebijakannya kala masih menjabat Gubernur DKI Jakarta saat berkampanye di hadapan pendukungnya di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2019).
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 11 April 2019  |  00:07 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) mengungkit kebijakannya kala masih menjabat Gubernur DKI Jakarta saat berkampanye di hadapan pendukungnya di Gelanggang Olahraga (GOR) Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (10/4/2019).

Kebijakan yang Jokowi singgung adalah penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 209/2010 pada 28 Desember 2012. Pergub itu mewajibkan PNS di DKI Jakarta mengenakan pakaian khas daerah yakni baju sadariah dan kebaya encim setiap hari Rabu.

"Sampai sekarang alhamdulillah [peraturannya] masih dipakai terus," kata Jokowi di GOR Ciracas.

Menurut Jokowi, saat itu dirinya menerbitkan aturan soal pakaian daerah karena ingin budaya Betawi di tengah modernisasi Jakarta tetap dipelihara.

Jokowi juga mengucapkan terima kasih pada seluruh masyarakat ibu kota karena terus memelihara persatuan, kerukunan, persaudaraan meski ada banyak suku, agama, adat, tradisi dan budaya di ibu kota.

"Saya sangat hargai kehidupan di DKI beda agama berjalan beriringan, beda budaya berjalan beriringan, inilah sebenarnya indonesia yang kita inginkan. Semuanya harus bisa menjaga ukhuwah, persaudaraan, baik ukhuwah islamiyah maupun wathoniyah," katanya.

Terakhir, Jokowi mengingatkan bahwa dirinya tak pernah lupa siapa saja orang yang berperan dan terlibat dalam kemenangannya di pemilu 2014. Dia meminta setiap orang yang terlibat kemenangannya kala itu tak berpikir bahwa Jokowi melupakan mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KAMPANYE PILPRES, Pilpres 2019

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top