Pria Austria Diduga Dapat Kucuran Dana dari Pelaku Teror Selandia Baru

Aparat keamanan Austria menggeledah rumah seorang pemimpin gerakan supremasi kulit putih setempat, Martin Sellner yang diduga menerima sumbangan dana dari pelaku teror Selandia Baru, Brenton Tarrant.
John Andhi Oktaveri | 27 Maret 2019 21:45 WIB
Brenton Tarrant didakwa atas pembunuhan sehubungan dengan serangan masjid,saat penampilannya di Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru 16 Maret 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Aparat keamanan Austria menggeledah rumah seorang pemimpin gerakan supremasi kulit putih setempat, Martin Sellner yang diduga  menerima sumbangan dana dari pelaku teror Selandia Baru, Brenton Tarrant.
 
Aparat Badan Intelijen Dalam Negeri Austria (BVT) dilaporkan menggeledah apartemen Sellner di Wina pada Senin lalu. Menurut juru bicara Kementerian Dalam Negeri Austria, Christoph Poelzl, aparat menyita sejumlah peralatan elektronik milik Sellner atas surat perintah Kejaksaan Graz.

Sellner adalah Ketua Gerakan Identitarian Austria. Kanselir Austria, Sebastian Kurz, menyatakan telah memerintahkan mengusut tuntas dugaan keterkaitan antara Sellner dan Brenton Tarrant.

"Segala macam hubungan antara pelaku teror Christchurch dan anggota Identitarian di Austria harus diusut tuntas dan menyeluruh," kata Kurz sebagaimana dikutip Theguardian.com, Rabu (27/3). Dia merujuk pada Tarrant yang membantai 50 umat Islam yang tengah melaksanakan salat Jumat beberapa waktu lalu di dua masjid kawasan Christchurch.
 
"Penting supaya perangkat hukum tetap mandiri sehingga bisa menggunakan segala sumber daya untuk menyelidiki jaringan ini. Kegiatan kelompok ekstremis harus diungkap jelas," ujar Kurz.

Menurut juru bicara Kejaksaan Graz, Hansjoerg Bacher, penyelidikan terhadap Sellner adalah bagian dari pengungkapan dugaan pelanggaran transaksi keuangan.

"Tujuan dari penyelidikan ini adalah mengungkap hubungan antara Sellner dan pelaku teror Christchurch," kata Bacher. Namun Bacher menolak merinci kapan sumbangan itu diberikan, tapi menyatakan jumlahnya paling besar di antara penyumbang lain.

Bahkan menurut Bacher, penyelidikan itu didasarkan atas undang-undang anti teror Austria. Apalagi Tarrant dilaporkan sempat berkunjung ke Austria sebelum melakukan aksinya. Akan tetapi, Sellner menyangkal dia terlibat aksi teror Tarrant.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
selandia baru, penembakan

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup