Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ketahuan, Nissan Biayai Kuliah 4 Anak Mantan Bosnya, Carlos Ghosn

Nissan Motor Co. terungkap membiayai uang kuliah keempat anak mantan bos Nissan, Carlos Ghosn.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 27 Maret 2019  |  08:40 WIB
Carlos Ghosn/  - Reuters
Carlos Ghosn/ - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Nissan Motor Co. terungkap membiayai uang kuliah keempat anak mantan bos Nissan, Carlos Ghosn.

Dilansir dari Bloomberg, Rabu (27/3/2019), anak-anak Ghosn kuliah di Universitas Stanford antara 2004 dan 2015 dengan biaya kuliah diperkirakan mencapai sekitar US$601.000 atau Rp8,5 miliar.

Seorang sumber mengatakan kepada Bloomberg, tunjangan tersebut merupakan bagian dari kontrak Ghosn ketika ia menjadi CEO Nissan. Tunjangan yang diberikan tersebut bukanlah praktik yang umum di jajaran eksekutif.

Dalam sebuah pernyataan, Nissan menolak mengomentari perincian paket kompensasi para eksekutif. Sementara seorang juru bicara keluarga Ghosn mengatakan, kontrak Ghosn telah disetujui oleh Nissan, termasuk pembayaran biaya kuliah.

Adapun Ghosn telah didakwa di Jepang karena tidak melaporkan pendapatannya puluhan juta dolar di Nissan dan menyalahgunakan dana perusahaan. Dia telah membantah melakukan kesalahan dan sedang menunggu persidangan.

Tunjangan biaya kuliah anaknya itu menambah daftar manfaat ekstra mewah yang dinikmati Ghosn sebagai CEO Nissan, selain tempat tinggal mewah di empat benua dan pesta pernikahan di Chateau of Versailles

Menurut Robin Ferracone, Chief Executive Farient Advisors (sebuah perusahan konsultan kompensasi-eksekutif), sangat tidak biasa bahwa Nissan akan membayar biaya kuliah anak-anak Ghosn.

"Biasanya Anda hanya melihat penggantian biaya kuliah sebagai bagian dari tugas ekspatriat, dan itu untuk anak-anak di bawah usia kuliah," kata Ferracone.

Pengajuan pajak resmi Nissan di Jepang dan Amerika Serikat, tidak menyertakan informasi tentang manfaat yang diterima Ghosn. Menurut hukum AS, tunjangan eksekutif diperlakukan sebagai kompensasi kena pajak dan perusahaan publik AS harus melaporkannya kepada investor.

U.S. Securities and Exchange Commission telah membuka penyelidikan apakah Nissan yang berbasis di Yokohama melaporkan kompensasi eksekutif secara akurat. Sementara itu, Nissan menyatakan pihaknya akan bekerja sama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan Carlos Ghosn
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top