Jokowi : Indonesia Jangan Dinahkodai Orang Belum Pengalaman

Calon presiden Joko Widodo alias Jokowi menyapa ribuan pendukung dan relawan yang berasal dari partai pendukung di Gelanggang Olahraga (GOR) Ken Arok, Senin (25/3/2019).
JIBI | 26 Maret 2019 06:30 WIB
Calon Presiden nomor urut 01, Joko Widodo berpidato saat kampanye di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Senin (25/3/2019). - ANTARA/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA - Calon presiden Joko Widodo alias Jokowi menyapa ribuan pendukung dan relawan yang berasal dari partai pendukung di Gelanggang Olahraga (GOR) Ken Arok, Senin (25/3/2019).

Kepada massa, Jokowi mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar.

“Oleh sebab itu jangan dinahkodai oleh yang belum berpengalaman. Jangam coba-coba,” kata Jokowi.

Jokowi lalu menceritakan pengalamannya memimpin. Dia mengaku membutuhkan waktu belajar selama dua tahun saat terpilih menjadi Wali Kota Solo. Itu dilakuan lantaran harus beradaptasi, ada perbedaan antara dunia usaha dan pemerintahan.

“Alhamdulillah Allah SWT membuka jalan,” katanya.

Selanjutnya, Jokowi memaparkan pengalamannya memimpin, yakni menjadi wali kota dua periode, Gubernur DKI Jakarta dan Presiden selama 4,5 tahun.

Pada Pemilihan Presiden 2014, di Malang Raya (Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu) Jokowi meraup suara 61 persen. Pada Pilpres 2019, Jokowi memasang target suara mencapai 70 persen.

“Minimal 70 persen. Setuju?,” kata Jokowi.

Disambut teriakan pendukungnya, “Setuju!”

Pada 17 April sore, katanya, kalau sudah ada hasilnya Jokowi akan telepon Tim Kampanye Daerah (TKD) Malang. Dia akan menanyakan berapa hasil atau perolehan suara yang dikumpulkan. Apakah sesuai target atau tidak.

“Tapi kalau melihat antusias malam ini saya menyakini 70 persen,” kata Jokowi yang disambut tepuk tangan ribuan pendukungnya.

Jokowi mengenakan pakaian berwarna putih, karena foto yang dipasang di surat suara yang akan dicoblos mengenakan pakaian berwarna putih.

“Karena putih adalah kita. Kita adalah baju putih.”

Sementara, Ketua TKD Malang Raya, Wanedi mengklaim jumlah pendukung yang menghadiri kampanye tertutup itu sebanyak 10 ribu jiwa. Sedangkan partai pendukung menyebarkan sekitar 3 ribu undangan.

Wanedi mengaku bekerja keras untuk mendukung dan mengantarkan kembali Jokowi menjadi Presiden.

“Kami akan menjunjung tinggi keadaban politik dalam pilpres,” katanya.

Wanedi meyakini jumlah pendukungnya besar di Malang, sebab di kota inilah Jokowi mencanangkan Hari Santri sebagai hari nasional saat kampanye Pilpres 2014.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jokowi, Pilpres 2019, Kampanye Terbuka

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup