Kumis Tanri Abeng dan Uang Rp1 Miliar dari Bakrie

Tanri Abeng adalah satu dari sedikit profesional yang dipuji oleh secara luas karena kinerjanya. Lalu bagaimana Tanri yang berasal dari Pulau Selayar di Sulawesi Selatan ini mengawali karir profesionalnya?
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 16 Maret 2019  |  07:47 WIB
Kumis Tanri Abeng dan Uang Rp1 Miliar dari Bakrie
Tanri Abeng saat berdiskusi soal Badan Usaha Milik Rakyat (BUMR) di kediaman KH. Ma'ruf Amin, di Jalan Situbondo, Menteng, Selasa (12/2/2019). - Doc humas

Bisnis.com, JAKARTA - Tanri Abeng adalah satu dari sedikit profesional yang dipuji oleh secara luas karena kinerjanya. Lalu, bagaimana Tanri yang berasal dari Pulau Selayar di Sulawesi Selatan ini mengawali karir profesionalnya? 

Tanri Abeng memulai karir profesionalnya pada usia 26 tahun. Setelah menyelesaikan pendidikan master bidang bisnis, dia kemudian bekerja untuk Union Carbide Corporation (UCC). Di perusahaan ini, Tanri kemudian dipromosikan menjadi direktur keuangan yang membawahi 62 negara. Kala itu, dia baru berusia 29 tahun dan menjadi dewan direktur termuda di dalam perusahaan.

"Pada masa ini saya memelihara kumis. Tujuannya agar tidak disangka office boy dan terlihat lebih matang," kata Tanri dalam testimoninya pada peluncuran buku 50 Tahun Kinerja Profesional Tanri Abeng di Jakarta, Jumat (15/3/2019) malam. 

Setelah menjadi direktur termuda, beragam perjalanan profesional dilalui Tanri. Dia kemudian diminta membenahi PT Multi Bintang. Perusahaan bir ini kemudian diubah menjadi perusahaan minuman.

Tanri kemudian membidani badan pengembangan pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata. Tanri juga meletakan dasar profesional bagi keluarga Bakrie setelah dia masuk ke perusahaan keluarga itu. 

Pindahnya Tanri ke perusahaan keluarga Bakrie mengundang perhatian publik. Pasalnya, Tanri menerima Rp1 miliar untuk kepindahannya mengelola perusahaan keluarga Bakrie.

Tanri kemudian diminta oleh Presiden Soeharto membangun kementerian yang membawahi seluruh badan usaha milik negara (BUMN). Meski begitu, ia hanya bertahan 2 bulan dalam posisi ini, karena pemerintahan Soeharto tumbang. Jabatan yang serupa kembali ia emban setelah Presiden BJ Habibie mengambil alih kekuasaan.

Tanri menyebut tahap awal dia mendorong BUMN untuk berubah dari birokrasi menjadi korporasi. Tanri telah meninggalkan peta jalan berupa restrukturisasi, profitisasi dan privatisasi yang disusun dengan pendekatan based practice. Pada era ini, Tanri mendorong PT Garuda Indonesia Tbk., menjadi lebih sehat. Ia juga berhasil menggabungkan empat bank BUMN menjadi Bank Mandiri.

"Saya bangga menyelamatkan Garuda dari kebangkrutan dan berhasil merampungkan merger Bank mandiri hanya dalam waktu 8 bulan. Jauh lebih cepat dari target IMF selama 24 bulan," katanya.

Tanri menyebut dalam membangun profesionalitas, dia selalu ingat akan pesan dari Presiden BJ Habibie. Presiden RI Ke-3 itu mengingatkan yang abadi di dunia hanyalah pemikiran dan sistem yang ditinggalkan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ceo, Tanri Abeng

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top