Mayoritas Pengguna Narkoba Generasi Muda, Kepala BNN : Ancaman Bonus Demografi

Pengguna narkoba saat ini banyak didominasi oleh generasi muda, pelajar, dan mahasiswa. Perlu upaya serius untuk mencegah peredaran narkoba.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 14 Maret 2019  |  10:18 WIB
Mayoritas Pengguna Narkoba Generasi Muda, Kepala BNN : Ancaman Bonus Demografi
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko melakukan sumpah ketika mengikuti pelantikan di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Kabar24.com, JAKARTA — Badan Narkotika Nasional (BNN) khawatir Indonesia tidak bisa menikmati bonus demografi untuk mencapai produktivitas ekonomi karena ancaman penggunaan narkotika dan obat-obat terlarang di kalangan generasi muda.

Kepala BNN Heru Winarko mengatakan pengguna narkoba pada 2018 meningkat 2,1% dibandingkan dengan 2017. Pada 2018, pengguna narkoba mayoritas generasi muda, para pelajar atau mahasiswa. Hal itu berbeda dengan 2017 yang mayoritas pengguna narkoba adalah kalangan pekerja.

“Sangat dikhawatirkan pada tahun 2045 pada saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaan,  Indonesia menghadapi masalah kepemimpinan yang berkualitas karena mayoritas dari jumlah pengguna narkoba saat ini adalah generasi muda,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (14/3/2019).

Menurutnya, generasi muda perlu dibangunkan jati diri bangsanya oleh semua pemangku kepentingan termasuk BNN, orang tua, pendidik, masyarakat, pemerintah serta aparat penegak hukum. 

“Harus ada kampanye terus menerus dan berkesinambungan dengan tone positip kepada generasi muda sejak sekarang  generasi muda membutuhkan pendampingan, keteladanan, komitmen dan membutuhkan rambu yang jelas untuk bisa bebas dari ancaman narkoba,” tegas Heru Winarko.

Partisipasi masyarakat, kata Heru menjadi cukup penting dalam menyadarkan bahaya narkoba. Hal penting lainnya adalah faktor membangun semangat berbangsa dan kelangsungan negara dengan menciptakan pemimpin berkualitas.

Pada 2045, rasio usia produktif 15—64 tahun lebih banyak daripada usia tidak produktif. Hal itu merupakan sebuah keberuntungan karena memiliki daya tawar dan sekaligus daya saing dibandingkan dengan negara lain. 

“Artinya adalah, Indonesia memiliki surplus angkatan kerja produktif dan ini berbanding terbalik dengan beberapa negara ekonomi lainnya seperti  Jepang, China atau Uni Eropa. Ketiga negara ini rata-rata usia lebih tua dibanding dengan Indonesia. Hanya saja, jika tidak dikelola dengan baik, bonus demografi merupakan suatu beban bagi sebuah negara,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Heru Winarko juga menunjuk Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa), AM Putut Prabantoro, menjadi salah satu juru kampanye (jurkam) BNN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bnn, narkotika, badan narkotika nasional

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top