Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

FAA: Boeing 737 MAX Masih Laik Terbang

Regulator penerbangan Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan keyakinan mereka akan keamanan pesawat jet 737 MAX produksi Boeing Co., dengan mengeluarkan notifikasi global tentang “kelaikan udara berkelanjutan” (continued airworthiness).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Maret 2019  |  08:02 WIB

Kabar24.com, JAKARTA – Regulator penerbangan Amerika Serikat (AS) mengisyaratkan keyakinan mereka akan keamanan pesawat jet 737 MAX produksi Boeing Co.

Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan notifikasi global tentang “kelaikan udara berkelanjutan” (continued airworthiness), sehari setelah pesawat bermodel sama yang dioperasikan Ethiopian Airlines jatuh pada Minggu (10/3/2019) tak lama usai lepas landas.

Seluruh penumpang di dalamnya dinyatakan tewas. Ini menjadi kecelakaan mematikan kedua yang melibatkan pesawat model ini dalam hanya sekitar lima bulan, setelah pesawat Lion Air Boeing 737 MAX 8 terjun ke perairan Laut Jawa pada 29 Oktober 2018.

“Belum ada bukti konklusif sejauh ini yang mengaitkan kecelakaan Ethiopian Airlines 737 MAX 8 pada hari Minggu dengan bencana fatal Lion Air yang melibatkan model pesawat jet sama pada bulan Oktober,” papar FAA pada Senin (11/3/2019), seperti dilansir Bloomberg.

“Laporan eksternal menggambarkan kesamaan antara kecelakaan ini dan kecelakaan Lion Air Flight 610 pada 29 Oktober 2018. Namun, penyelidikan ini baru saja dimulai dan sampai saat ini kami belum memperoleh data untuk menarik kesimpulan atau mengambil tindakan apa pun,” lanjut FAA.

Pernyataan itu memberi sinyal bahwa regulator penerbangan AS tersebut tidak berniat untuk segera melarang operasional 737 MAX 8.

Sikap ini berbanding terbalik dengan keputusan China dan Indonesia meminta maskapai-maskapai penerbangannya untuk menangguhkan penggunaan pesawat itu setelah terjadinya kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines akhir pekan ini yang menewaskan total 157 orang di dalamnya.

Terlepas dari pengumuman yang disampaikan FAA, maskapai penerbangan Brasil Gol Linhas Aereas Inteligentes SA mengatakan mereka juga akan menangguhkan penerbangan yang menggunakan 737 MAX 8.

Menyusul sejumlah penangguhan operasional terhadap pesawat jet 737 MAX 8, saham Boeing Co. berakhir turun 5,3% menjadi level US$400,01, penurunan persentase harian terbesarnya sejak 29 Oktober, hari jatuhnya pesawat Lion Air.

Senada dengan FAA, pihak Boeing menyatakan keyakinannya dengan keamanan pesawat produksinya. Menurut George Ferguson, seorang analis Bloomberg Intelligence, lini 737 tetap bakal menghasilkan sekitar US$30 miliar dalam pendapatan tahunan.

Boeing saat ini tengah melakukan penyempurnaan pada sistem kendali penerbangan pesawat itu dan FAA berencana untuk menerbitkan arahan terkait kepada maskapai-maskapai penerbangan selambat-lambatnya pada April mendatang.

“Kami yakin dengan keamanan 737 Max dan pada hasil kerja para pria dan wanita yang merancang dan membuatnya,” ujar CEO Boeing Dennis Muilenburg dalam sebuah pesan kepada para karyawan tak lama setelah FAA merilis pernyataannya.

Menurut Muilenburg, perusahaan yang berbasis di Chicago ini mencurahkan lebih banyak sumber daya untuk program 737, termasuk customer support.

Dia juga mengingatkan para karyawannya bahwa semua hal terkait peristiwa ini harus mengalir melalui saluran yang tepat seiring dengan berjalannya penyelidikan atas kecelakaan kemarin.

“Masih banyak fakta yang harus dipelajari dan pekerjaan yang harus dilakukan. Berspekulasi tentang penyebab kecelakaan atau mendiskusikannya tanpa semua fakta yang diperlukan adalah tidak tepat dan dapat membahayakan integritas penyelidikan,” tegas Muilenburg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

boeing pesawat jatuh
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top