Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mabes Kantongi Identitas Akun Yang Tuding Polri Buzzer Jokowi

Untuk menjerat pelaku, penyidik membutuhkan 2 alat bukti yang cukup, sehingga pelaku bisa segera ditetapkan sebagai tersangka.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 11 Maret 2019  |  13:26 WIB
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. - Antara
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polri mengaku sudah mengantongi identitas pemilik akun Twitter @Opposite6890 yang telah menuding institusi Polri menjadi buzzer Capres Jokowi di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa kepolisian masih memburu pelaku pemilik akun Twitter @Opposite6890 yang sempat viral karena memposting video adanya dugaan institusi Polri "bermain" dalam Pilpres 2019 untuk memenangkan salah satu Paslon Capres-Cawapres.

"Saat ini, tim dari Direktorat Siber Bareskrim sudah mengindentifikasi pelaku yaitu pemilik akun @Opposite6890 itu untuk diproses hukum karena telah menyebarkan propaganda di media sosial," tuturnya, Senin (11/3/2019).

Dedi menjelaskan untuk menjerat pelaku, penyidik membutuhkan 2 alat bukti yang cukup, sehingga pelaku bisa segera ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, seluruh alat bukti yang beredar di media sosial melalui akun Twitter @Opposite6890 tersebut, hanya bisa dihitung satu alat bukti, karena itu Polri membutuhkan satu alat bukti lainnya yang bisa memperkuat proses hukum terhadap pemilik akun media sosial Twitter bernama @Opposite6890.

"Sebenarnya ada ribuan alat bukti di dunia maya itu, tapi kadang dihitungnya cuma satu alat bukti. Jadi harus dilengkapi dengan alat bukti yang lain. Kita masih mencari satu alat bukti lagi," katanya.

Sebelumnya, akun media sosial Twitter dengan nama @Opposite6890 mengungkap keterlibatan insitusi Polri dalam pemenangan Paslon Jokowi-Ma'ruf Amin di media sosial.

Akun @Opposite6890 menyebutkan Polri membentuk tim buzzer 100 orang pada setiap Polres di seluruh Indonesia yang terorganisir di tingkat Polres hingga Mabes Polri.

Seluruh buzzer tersebut saling follow di Twitter, Instagram dan Facebook yang berinduk di satu akun utama yaitu @Alumnisambhar.

Akun Instagram @Alumnisambhar sendiri terungkap hanya mengikuti satu akun yaitu akun resmi Presiden Joko Widodo dan diikuti ribuan akun yang diduga merupakan akun buzzer dari setiap Polres.

Para Buzzer dari setiap Polres tersebut juga diduga kuat wajib menggunakan aplikasi buzzer bernama Sambhar.

Sejak terungkap oleh @Opposite6890, akun media sosial @Alumnisambhar mendadak hilang dan muncul kembali dengan sedikit pengikuti dan tidak mengikuti akun Instagram Joko Widodo lagi.

Akun @Opposite6890 juga mengungkap Destination IP Address @Alumnisambhar dengan alamat 120.29.226.193 yang diketahui bernama Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Divisi Teknologi Informasi Jalan Trunojoyo 3 Jakarta Selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mabes polri
Editor : Akhirul Anwar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top