KPK Gelar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Jatim

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut dalam rapat koordinasi dan supervisi bersama jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  11:42 WIB
KPK Gelar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Jatim
Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang (tengah) berbincang dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (kedua kanan) dan Emil Dardak (kedua kiri), serta Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Syamsuar (kiri) dan Edy Natar Nasution (kanan) saat meninjau Rutan KPK di Jakarta, Rabu (20/2/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Kabar24.com, JAKARTA — Tim koordinasi dan supervisi pencegahan (Korsupgah) serta pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mendatangi Provinsi Jawa Timur, Kamis (28/2/2019).

Kedatangan ini guna Rapat Koordinasi dan Evaluasi, serta Penandatanganan Komitmen Bersama Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Jawa Timur bersama KPK.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa dalam acara rapat tersebut diagendakan akan dihadiri oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parwansa dan Wakil Gubernur Emil Elistianto Dardak.

Selain itu, dihadiri pula oleh pimpinan anggota dewan Provinsi Jatim, para kepala daerah, para sekretaris daerah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), perwakilan Direktorat Jenderal Pajak Kanwil Jatim, dan lainnya.

Febri mengatakab dengan acara tersebut KPK berharap kegiatan ini nantinya dapat menjadi langkah penting upaya pencegahan korupsi yang lebih substansial.

"Tidak hanya bersifat seremonial sesuai dengan pembicaraan yang dilakukan sebelumnya saat Pimpinan KPK menerima sejumlah Kepala Daerah yang baru dilantik di Gedung KPK beberapa waktu yang lalu," ujar Febri, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/2/2019).

Menurut dia, Jawa Timur merupakan salah satu daerah penting yang menjadi perhatian KPK. Apalagi, di tingkat kabupaten/kota cukup banyak tersangka yang telah diproses KPK di tahun 2018 maupun sebelumnya. 

"Kami harap dengan upaya pencegahan yg diinisiasi bersama ini, ke depan tingkat korupsi di Jawa Timur jadi lebih rendah hingga masyarakat dapat lebih menikmati anggaran dan keuangan negara atau daerah yang dialokasikan di Jawa Timur," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
KPK, jatim

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup