Kampanye Pemiu 2019 Tak Ganggu Kinerja DPR dan Pemerintah

Ketua DPR Bambang Soesatyo memastikan hiruk-pikuk kampanye dengan berbagai akrobat yang dijalankan para elite politik dalam menghadapi pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) tidak akan menggangu kinerja DPR dan pemerintah.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  12:45 WIB
Kampanye Pemiu 2019 Tak Ganggu Kinerja DPR dan Pemerintah
Ketua DPR Bambang Soesatyo (kiri) menerima kunjungan Ketua Pemuda Muhammadiyah yang baru Sunanto (kanan) saat melakukan pertemuan di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua DPR Bambang Soesatyo memastikan hiruk-pikuk kampanye dengan berbagai akrobat yang dijalankan para elite politik dalam menghadapi pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) tidak akan menggangu kinerja DPR dan pemerintah.

Dalam berbagai rapat kerja antara DPR dengan pemerintah, ujarnya, keduanya sepakat bahwa walaupun Pemilu 2019 sudah di depan mata, namun pekerjaan rumah harus tetap diselesaikan. Dia mencontohkan pencapaian target rasio elektrifikasi listrik 2019 sebesar 99%.

“DPR dan pemerintahan Presiden Joko Widodo menyadari pentingnya energi untuk memperbaiki kehidupan manusia. Sejalan dengan prinsip ekonomi berkeadilan, jangan sampai anak-anak tidak bisa belajar di malam hari karena rumah mereka belum terjangkau listrik,” ujar Bamsoet kepada wartawan, Kamis (28/2/2019).

Menurut Bambang, listrik merupakan sumber kehidupan yang sangat penting karena selain untuk kegiatan belajar, juga untuk meningkatkan produktifitas masyarakat.

Politisi Partai Golkar itu menuturkan bahwa sejak dipimpin Presiden Joko Widodo, rasio elektrifikasi Indonesia terus meningkat tajam.

Dari angka 88,3% di tahun 2015, elektrifikasi naik menjadi 91,6% pada 2016. Angka itu meningkat 95,35% di Tahun 2017 dan tahun 2018 meningkat lagi mencapai 98,3%.

“Selain itu, tarif listrik juga tetap stabil dan tidak melonjak tajam memberatkan masyarakat,” ujarnya.

 Karena berhasil melakukan efisiensi dan membangun berbagai pembangkit listrik, per 1 Maret 2019 nanti pemerintah melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan menurunkan tarif listrik bagi pelanggan R-I 900 VA RTM (Rumah Tangga Mampu).

Dengan demikian masyarakat hanya membayar tarif listrik sebesar Rp1.300 per kilowatt hour (kWh) dari tarif normal sebesar Rp1.352 per kWh," ujar  Bamsoet.

Legislator dapil Jawa Tengah VII tersebut menambahkan bahwa setidaknya akan ada 21 juta rakyat Indonesia yang menikmati penurunan tarif listrik.

Hal itu akan sangat membantu sekali, sehingga warga, khususnya di pedesaan, bisa menggunakan uang mereka untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, Pilpres 2019, pileg 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top