Gelar Seminar, KBRI Pretroria Berbagi Pengalaman Soal UMKM dengan Afrika Selatan

Kedutaan Besar RI (KBRI) Pretroria menggelar seminar  bertajuk Township Economy: Lessons from Indonesia Experience di Perpustakaan Bodibeng, Township Soshanguve, Propinsi Gauteng, Afrika Selatan, pada akhir pekan lalu
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  09:14 WIB
Gelar Seminar, KBRI Pretroria Berbagi Pengalaman Soal UMKM dengan Afrika Selatan
Perajin menyelesaikan pembuatan kursi berbahan rotan di sentra industri rotan Desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (8/1/19). - ANTARA/Maulana Surya

Bisnis.com, JAKARTA -- Kedutaan Besar RI (KBRI) Pretroria menggelar seminar  bertajuk Township Economy: Lessons from Indonesia Experience di Perpustakaan Bodibeng, Township Soshanguve, Propinsi Gauteng, Afrika Selatan, pada akhir pekan lalu.

Kegiatan yang dilakukan bekerja sama dengan Perpustakaan Bodibeng dan Kgwebong Consulting merupakan salah satu rangkaian kegiatan guna memperingati 25 tahun kerja sama bilateral RI-Afrika Selatan, sekaligus perayaan 20 tahun berdirinya Perpustakaan Bodibeng.

 Selain itu, seminar tersebut juga diselenggarakan sebagai wujud dukungan Indonesia untuk pengembangan UMKM Afrika Selatan sekaligus promosi Indonesia dengan sasaran pengusaha lokal dan masyarakat umum.

Dalam kegiatan tersebut, Pejabat Fungsi Ekonomi KBRI Pretoria Abdul Gafurmemaparkan mengenai good practices Pemerintah Indonesia dalam menciptakan iklim usaha yang mendukung pengembangan UMKM dalam negeri.

“Pemerintah menjadi fasilitator dalam pengembangan industri kecil dan menengah. Di antara kebijakan yang dikeluarkan Pemerintah, antara lain, penyederhanaan ijin usaha, penurunan suku bunga pinjaman, relaksasi pajak, pemberian akses pasar, dan standarisasi produk," ujarnya seperti dikutip dalam laman resmi Kementerian Luar Negeri RI, Minggu (24/2/2019).

Wakil pengusaha Afrika Selatan yang sempat membuat film dokumenter mengenai peran UMKM di Indonesia, Sello Motsei, ikut berbagi pengalaman dalam seminar tersebut. Dia mengatakan pernah melihat pengembangan usaha UMKM di Tasik Malaya, Jawa Barat, pada 2014 lalu.

“Kunci sukses UMKM bertahan di Indonesia bukan saja kemandirian para pengusaha kecilnya, tapi juga budaya saling tolong-menolong di masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Indonesian Trade and Promotion Centre (ITPC) Johannesburg memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memamerkan produk-produk dalam negeri yang dirasakan sesuai dengan selera pasar setempat seperti mie instan, kopi instan, dan minuman energi .

ITPC Johannesburg juga mendapatkan kesempatan untuk membangun jejaring dengan para potential reselller produk-produk Indonesia. Diharapkan setelah ini terdapat tindak lanjut kerja sama melalui tangan-tangan para pelaku usaha UMKM Afsel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
umkm, afrika selatan

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup