Dua WNI Dimutilasi di Malaysia, Kemenlu Tunggu Hasil Tes DNA

Dua WNI Dimutilasi di Malaysia, Kemenlu Tunggu Hasil Tes DNA
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  01:32 WIB
Dua WNI Dimutilasi di Malaysia, Kemenlu Tunggu Hasil Tes DNA
Ilustrasi jenazah. - Antara/Ardiansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri RI masih menunggu hasil tes DNA atas dua jasad WNI yang dimutilasi di Malaysia. Berdasarkan hasil tes sidik jari, jasad tersebut terkonfirmasi WNI.

"Dari sidik jari, itu adalah WNI. Namun Malaysia belum mengkonfirmasi lewat DNA," kata Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, Kamis (21/2/2019).

Menurutnya, potongan jenazah WNI yang dimutilasi itu akan diserahkan ke pihak keluarga segera setelah hasil tes DNA terbit. Kementerian Luar Negeri dan Malaysia masih berkomunikasi terkait kapan tes DNA ini rampung dilakukan. Otoritas berwenang Malaysia juga masih melakukan investigasi atas kasus ini.

Satu orang terduga pelaku sudah ditahan untuk dimintai keterangan. Akan tetapi kepolisian Malaysia belum bisa membuat kesimpulan karena proses investagasi masih berlangsung dan masih melakukan pengejaran terhadap satu terduga pembunuh yang diduga warga negara asing.

Sebelumnya pada 29 Januari 2019, ditemukan dua jasad ditemukan tewas dan dimutilasi di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Jasad itu diyakini WNI bernama Nuryanto, pengusaha tekstil asal Bandung dan mitranya, Ai Munawaroh.

Kepastian identitas itu diperoleh setelah tim Polri dari Sistem Identifikasi Otomatis Sidik Jari atau Inafis mengidentifikasi sidik jari potongan tubuh korban mutilasi tersebut. Sedangkan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri sebelumnya menjelaskan dugaan kedua korban adalah WNI didasarkan pada pengaduan hilang kontak yang disampaikan oleh 2 WNI kepada KBRI Kuala Lumpur setelah ditemukan 2 jenazah serta identifikasi visual

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembunuhan

Sumber : Tempo

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top