Meski Dikritik, Jokowi Tegaskan Reforma Agraria Tetap Dilanjutkan

Meski banyak kritikan terhadap reforma agraria, Presiden Joko Widodo tetap akan melanjutkan kebijakan tersebut karena jumlah sertifikat yang dimiliki masyarakat terutama berpenghasilan rendah masih sedikit.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  12:46 WIB
Meski Dikritik, Jokowi Tegaskan Reforma Agraria Tetap Dilanjutkan
Presiden Joko Widodo berpidato saat Penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (22/2/2019). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan agenda reforma agraria.

"Kalau ada yang bilang bagi-bagi sertifikat gak ada gunanya, ya silakan. Gak apa-apa. Namun tetap program ini akan terus kita lanjutkan," katanya ketika memberikan sambutan pada Penyerahan Sertipikat Tanah untuk Rakyat di Gelanggang Remaja Pasar Minggu, Jumat (22/2/2019).

Dia beralasan, dari seluruh Indonesia, pemerintah baru mengeluarkan sekitar 46 juta sertifikat dari total 126 juta sertifikat pada 2016.

Hingga saat ini, Jokowi mengaku masih banyak menemukan sengketa tanah akibat ketiadaan sertifikat di sejumlah daerah.

Berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang, jumlah sertifikat yang sudah dikeluarkan pada 2017 mencapai 5 juta, lalu 7 juta pada 2018, dan tahun ini ditargetkan sebanyak 9 juta sertifikat.

"Kenapa sertifikat ini diberikan? Karena setiap saya pergi ke desa, suara yang masuk ke saya adalah sengketa lahan, sengketa tanah," ujarnya di depan 2.000 penerima sertifikat yang datang.

Pada kesempatan yang sama, Jokowi juga membagikan 3.000 sertifikat di Jakarta Selatan yang diwakili oleh 12 penerima sertifikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, sertifikat tanah, reforma agraria

Editor : Rahayuningsih

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top