Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siswi SMK Bogor Dibunuh, Polisi Punya Rekaman CCTV dan Sidik Jari

Seorang siswi SMK di Bogor, Andriana Yubelia Noven, 17 tahun, tewas ditikam seorang pria yang telah menungguinya di sebuah gang di Jalan Riau, Bogor Timur, sore sepulang sekolah, 8 Januari lalu. Untuk mengungkap kasus itu, polisi menggunakan rekaman CCTV dan sidik jari di barang bukti.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  07:42 WIB
Ilustrasi pembunuhan - mid/day.com
Ilustrasi pembunuhan - mid/day.com

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi ternyata bukan cuma memiliki alat bukti gambar rekaman kamera CCTV dalam penyelidikan pembunuhan Andriana Yubelia Noven, 17 tahun. Polisi juga telah mengumpulkan data sidik jari tersangka dari lokasi pembunuhan siswi SMK Bogor itu.

“Sidik jari yang menempel di barang bukti yang ditemukan petugas saat melakukan olah TKP sudah keluar hasilnya," kata Kapolsek Bogor Timur, Komisaris Marsudi Widodo, ketika ditemui Rabu (20/2/2019).

Marsudi dimintai keterangannya tentang sebab lambatnya penyidik melacak jejak tersangka pembunuhan yang tertangkap kamera CCTV itu. Dalam rekaman CCTV terlihat Andriana tewas setelah ditikam seorang pria yang telah menungguinya di sebuah gang di Jalan Riau, Bogor Timur, sore sepulang sekolah, 8 Januari lalu.

Menurut Marsudi, gambar rekaman kamera CCTV itu rupanya berkualitas rendah, sehingga polisi sulit mengidentifikasi. Minimnya keterangan tentang korban dari banyak saksi semakin mempersulit kerja penyidik.

Sayangnya, data sidik jari yang dikumpulkan dari lokasi pembunuhan juga disebutkan tidak banyak membantu. Sebabnya, tidak bisa dicocokkan dengan data dalam perekaman KTP Elektronik. Pencocokan hanya bisa dilakukan dengan data sidik jari yang diambil secara fisik langsung dari jari-jari

“Tim gabungan terus melakukan penyidikan, doakan saja identitas bisa terungkap dan menangkap pelakunya (pembunuhan),” kata Marsudi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembunuhan smk

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top