Putaran Baru Negosiasi Dagang AS-China Digelar Selasa di Washington

Ronde baru negosiasi antara China dan AS untuk menyelesaikan selisih hubungan perdagangan keduanya akan dimulai di Washington pada Selasa (19/2/2019) waktu setempat.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  09:05 WIB
Putaran Baru Negosiasi Dagang AS-China Digelar Selasa di Washington
/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Ronde baru negosiasi antara China dan AS untuk menyelesaikan selisih hubungan perdagangan keduanya akan dimulai di Washington pada Selasa (19/2/2019) waktu setempat.

Pejabat Gedung Putih mengatakan negosiasi lanjutan itu juga akan ditindaklanjuti dengan pertemuan di pejabat level tinggi yang juga akan dilakukan pada pekan ini.

Dilansir dari Bloomberg, perbincangan perdagangan pekan ini merupakan tindak lanjut dari negosiasi dagang yang telah dilakukan pada pekan lalu di Beijing. Meskipun belum mencapai kesepakatan, kedua pihak dari negara adidaya tersebut mengklaim negosiasi itu menunjukkan kemajuan pada isu-isu kontroversial antara dua mitra dagang.

“Pembicaraan tersebut bertujuan untuk mencapai perubahan struktural yang diperlukan di Cina yang memengaruhi perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina. Kedua belah pihak juga akan membahas janji China untuk membeli sejumlah besar barang dan jasa dari Amerika Serikat, " ujar pejabat Gedung Putih melalui pernyataan tertulis seperti dikutip Bloomberg, Selasa (19/2/2019).

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin juga menyebutkan bahwa diskusi yang dilakukan di Beijing pekan lalu berjalan jauh lebih produktif.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer juga menyatakan hal senada. "Kami merasa bahwa kami telah membuat kemajuan dalam isu yang sangat penting dan rumit ini. Kami memiliki pekerjaan tambahan yang harus dilakukan tapi kami cukup optimis [akan ada kesepakatan]."

Adapun, Presiden China Xi Jinping menambahkan bahwa Negeri Panda bersedia untuk mengambil langkah kooperatif terhadap penyelesaian gesekan perdagangan bilateral yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top