PILPRES 2019: Kampanye di Media a la Jokowi

Pemanfaatan media sosial dalam kampanye politik menjadi hal yang tak lagi terelakkan. Hal ini pun turut terjadi di Indonesia menjelang Pemilu 2019.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  14:13 WIB
PILPRES 2019: Kampanye di Media a la Jokowi
Calon presiden sekaligus petahana Joko Widodo memulai aktivitas dengan berlari pagi di Kebun Raya Bogor, Bogor, Minggu (17/2/2019). - Instagram @jokowi

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah strategi calon presiden Joko Widodo dalam memanfaatkan media dalam masa kampanye Pemilihan Presiden 2019 menarik untuk dicermati.

Dalam masa kampanye yang telah dimulai sejak 23 September 2018, Jokowi relatif lebih sering tampil dalam acara khusus atau acara non pemberitaan di media sosial atau media konvensional dibandingkan lawannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Prabowo Subianto.

Dalam masa kampanye, Jokowi sering menampilkan dirinya ke publik melalui media sosial (Youtube, Facebook, Twitter, Instagram, dan sebagainya) atau media konvesional (televisi, koran, radio, media dalam jaringan/online) serta media konvensional yang memiliki saluran di media sosial.

Di media sosial, Jokowi tampil tidak hanya melalui akun pribadi atau akun anaknya, tapi juga akun-akun lain yang dikelola oleh pihak ketiga, termasuk beberapa akun media konvesional, dengan pemirsa yang mencapai ribuan bahkan jutaan.

Apa yang ditampilkan? Salah satu karakteristik penampilan Jokowi di media pada masa kampanye ini adalah penampilan dirinya bersama keluarga yang terdiri dari istri, 3 anak, 2 menantu, dan 2 cucu.

Meski tidak selalu tampil dalam formasi lengkap, Jokowi kerap tampil bersama keluarga di acara-acara yang direncanakan, disiapkan khusus, dan tidak insidental. Dia juga pernah tampil sendiri, tanpa keluarganya, seperti di Tonight Show di Net TV pada Maret 2018.

Bersama keluarganya, di mana dia berperan sebagai suami, ayah, mertua atau kakek, Jokowi lebih sering tampil di Istana Bogor daripada di studio televisi atau tempat lain di luar istana.

Sejumlah penampilan Jokowi bersama keluarga di media (terutama televisi dan Youtube) antara lain melalui tayangan Mata Najwa yang dipandu oleh jurnalis kawakan Najwa Shihab (Desember 2018), tayangan milik video blogger (vlogger) Ria Ricis (Desember 2018), tayangan vlogger Boy William (Januari 2019), tayangan selebritas Raffi Ahmad (Januari 2019), tayangan Ini Talk Show di Net TV (Januari 2019), tayangan Liga Dangdut 2019 di Indosiar (Februari 2019), dan sebagainya.

Penampilan itu belum termasuk ketika Jokowi mengundang wartawan untuk bertemu dirinya dan keluarga di Kebun Raya Bogor, Bogor, Jawa Barat pada Desember 2018. Pada Minggu (17/2/2019) sore atau beberapa jam sebelum debat putaran kedua Pilpres 2019, Jokowi (bersama istri, anak, menantu dan cucu) menemui wartawan dari berbagai media di Istana Merdeka, Jakarta.

Apa maksud dari semua ini? Dalam masa yang sering disebut sebagai "tahun politik" ini, Jokowi tampak menampilkan dan membanggakan keluarganya.

Adapun Prabowo jarang tampil di hadapan publik bersama keluarganya, termasuk putranya. Memang Titiek Soeharto, yang sudah berpisah dengan Prabowo bertahun-tahun lalu, kerap hadir di acara Prabowo tapi kehadirannya lebih sebagai pengurus Partai Berkarya yang merupakan salah satu partai pengusung Prabowo-Sandiaga Uno.

Prabowo juga relatif lebih jarang tampil di acara khusus di media sosial ataupun media konvensional dibandingkan Jokowi. Sebagai contoh, agak susah menemukan tayangan Prabowo bersama vlogger professional di Youtube.

Dalam Pilpres 2019, status Jokowi tidak lagi hanya sebagai calon presiden (capres) petahana yang telah memerintah selama 4,5 tahun, tapi juga sebagai seorang kakek dan mertua. Dalam Pilpres 2014, status Jokowi baru sebatas sebagai ayah dan suami.

Tidak seperti pada 2014, Prabowo kini tidak lagi hanya menghadapi seorang mantan Walikota Solo, eks Gubernur DKI Jakarta, dan pengusaha mebel, melainkan menghadapi seorang kakek dengan dua cucu sekaligus capres petahana dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Kenapa Jokowi kerap menampilkan dirinya bersama keluarga di depan publik? Barangkali Jokowi (dan tim kampanyenya) sadar akan satu hal: pentingnya konsep keluarga di Indonesia.

Keberadaan organisasi sosial terkecil bernama keluarga seringkali, walaupun tidak selalu, dianggap sebagai sesuatu yang penting oleh masyarakat. Pertanyaan kapan menikah, kapan memiliki anak, kapan memiliki cucu, dan sebagainya yang kerap diajukan oleh anggota masyarakat kita merupakan berbagai gejala yang menunjukkan pentingnya konsep keluarga di Indonesia.

Disukai atau tidak, pernikahan atau pencapaian anggota keluarga dalam standar tertentu (karir, tingkat pendidikan, kepemilikan aset) kerap dianggap sebagai sebuah prestasi. Sebaliknya, perceraian atau ketidakmampuan mencapai standar tertentu merupakan kegagalan.

Anggapan ini tentu saja tidak selalu benar, tapi perlu diakui bahwa pandangan tersebut hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita dan sedikit banyak mempengaruhi cara berpikir, termasuk dalam memilih presiden.

Dimintakan pendapatnya, peneliti media sosial dan pengelola teknologi Drone Emprit, Ismail Fahmi, menilai isu keluarga memiliki pengaruh terhadap percakapan warga internet (warganet) di media sosial, khususnya di kalangan pendukung Jokowi. Kendati demikian, percakapan itu hanya berkutat di kalangan pendukung Jokowi dan hanya berlangsung sementara yaitu sekitar 1-3 hari.

"Paling lama, kalau mereka mau mati-matian me-mantain [merawat isu tersebut], 1 pekan. Maksimal," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/2).

Setelah itu, percakapan warganet di media sosial akan berganti ke topik yang lain atau sesuatu yang baru saja terjadi, misalnya tentang debat capres kedua beberapa hari lalu. Pasalnya, warganet tak mungkin membahas semua isu setiap harinya dan hanya membicarakan beberapa topik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, fokus

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top