Operasi Tinombala, Kurir Mujahidin Indonesia Timur Ditangkap Saat Pasok Sembako untuk Ali Kora Cs

Satgas Tinombala menangkap satu orang yang bertugas menjadi kurir simpatisan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kurir ini ditangkap di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, saat memasok kebutuhan pokok untuk Ali Kora cs.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 15 Februari 2019  |  06:10 WIB
Operasi Tinombala, Kurir Mujahidin Indonesia Timur Ditangkap Saat Pasok Sembako untuk Ali Kora Cs
Prajurit melakukan penjagaan saat Operasi Tinombala 2016 di Posko Operasi Tinombala 2016 Sektor II Tokorondo, Poso, Sulawesi tengah, Selasa (16/8/2016). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -  Satgas Tinombala menangkap satu orang yang bertugas menjadi kurir simpatisan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Kurir ini ditangkap di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, saat memasok kebutuhan pokok untuk Ali Kora cs.

"Yang bersangkutan membawa kebutuhan pokok untuk Ali Kalora cs seperti beras, mi instan, atau telor. Dibawa dengan menggunakan karung, dipikul," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Kamis (14/2/2019).

Tak hanya kurir simpatisan, Satgas Tinombala juga mengidentifikasi satu orang lagi yang turut bergabung ke kelompok MTI. Ia adalah anak kandung Ali Kalora.

Dedi menyatakan, polisi kini sedang dalam proses penetapan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap anak kandung Ali Kalora tersebut.

“Dia (anak kandung Ali Kalora) antara direkrut atau inisiatif sendiri datang ke lokasi persembunyian bapaknya. Ini lagi kami identifikasi terus," ucap Dedi.

Satgas Tinombala dan TNI saat ini masih terus melakukan pengejaran terhadap Ali Kalora tersebut sejak upaya preventif berakhir pada 29 Januari 2019 lalu.

Dedi menuturkan, timnya telah memutus empat jalur logistik yang dikuasai oleh Ali Kalora cs. Khususnya, jalur yang biasa digunakan masyarakat untuk berkebun, mencari rotan, menjerat babi, dan menambang. 

Sebelumnya, Polri telah mengultimatum kelompok Ali Kalora ini untuk menyerahkan diri sebelum tanggal 29 Januari 2019. Ultimatum itu, salah satunya, ditulis dalam selebaran yang disebar melalui udara dan darat di wilayah pegunungan biru, Sulawesi Tengah yang disinyalir sebagai tempat persembunyian mereka.

Ali Kalora cs kembali menjadi sorotan publik setelah aksinya membunuh dan memutilasi warga di Desa Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah pada 31 Desember 2018 lalu. Diduga aksi tersebut untuk mengundang aparat kepolisian mendatangi lokasi.

Keesokan harinya, mereka menembaki petugas kepolisian yang tengah olah TKP dan mengevakuasi jasad korban mutilasi. Dua anggota mengalami luka tembak akibat peristiwa tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris, mujahidin, Operasi Tinombala

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top