Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Salat Jumat di Masjid Kauman Semarang, Prabowo Tempati Saf Pertama

Dari foto yang dikirim salah seorang jemaah salat Jumat di Masjid Kauman Semarang, terlihat Prabowo sedang duduk bersila mendengarkan lantunan panggilan salat Jumat yang sedang berkumandang.
Yusran Yunus & Alif Nazzala R.
Yusran Yunus & Alif Nazzala R. - Bisnis.com 15 Februari 2019  |  13:26 WIB
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (keenam dari kanan), bersila di shaf pertama sebelum berlangsungnya Salat Jumat di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/02/2019) - ist
Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto (keenam dari kanan), bersila di shaf pertama sebelum berlangsungnya Salat Jumat di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/02/2019) - ist

Bisnis.com, JAKARTA — Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menempati barisan terdepan (saf) pertama saat menjalankan salat Jumat di Masjid Agung (Kauman) Semarang pada Jumat siang (15/02/2019).

Dari foto yang dikirim salah seorang jemaah Salat Jumat di Masjid Kauman Semarang, terlihat Prabowo sedang duduk bersimpuh mendengarkan lantunan panggilan Salat Jumat yang sedang berkumandang.

Sebelumnya, para jemaah masjid saling berlomba merebut tangan mantan Danjen Kopassus tersebut untuk sekadar berjabat tangan. Prabowo pun dengan senyum khasnya, meladeni satu per satu para jemaah. Sebelum akhirnya menempati saf pertama, yang sudah disiapkan oleh pihak pengelola (takmir) masjid.

Dalam dua hari terakhir, Masjid Kauman Semarang menyita perhatian publik di tengah informasi beredar yang menyebutkan adanya keberatan dari pengelola (Takmir) Masjid Kauman dengan kehadiran Prabowo lantaran dinilai memiliki nuansa politis.

Keberatan tersebut mencuat setelah beredarnya pamflet ajakan untuk salat Jumat bersama Prabowo Subianto di Masjid Kauman Semarang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis, pihak Takmir (pengelola) Masjid Agung Semarang mengadukan rencana Capres Prabowo Subianto salat Jumat di Masjid Agung Semarang ke Bawaslu Kota Semarang lantaran memiliki nuansa politis.

Rencana Prabowo menunaikan salat Jumat tersebut diumumkan secara meluas ke seantero Kota Semarang. Ribuan pamflet tersebar, termasuk di tempel di kampus-kampus dan masjid/musala se-Kota Semarang.

Pamflet dan undangan mengikuti salat Jumat Bersama Prabowo Subianto itu, juga viral di media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram.

Ketua Masjid Agung Semarang (Masjid Kauman), KH Hanief Ismail yang dihubungi Bisnis pada Kamis pagi, membenarkan rencana Capres Prabowo Subianto menunaikan salat jumat di Masjid Kauman.

"Memang beberapa hari lalu, kami didatangi oleh pengurus Partai Gerindra yang memberitahukan rencana Pak Prabowo mau menunaikan salat Jumat. Waktu itu kami katakan tidak masalah, siapapun yang muslim hendak salat ke sini, silakan. Namun dalam perkembangan, kami mendapati pamflet yang berisi ajakan salat Jumat bersama Capres Prabowo Subianto. Ini tidak benar karena hendak mempolitisasi kegiatan ibadah salat Jumat," katanya.

Berdasarkan informasi yang diterima KH Hanief Ismail, pihak Bawaslu Kota Semarang akan mengawasi kegiatan Capres Prabowo Subianto menunaikan ibadah salat Jumat di Masjid Kauman Semarang.

"Apakah Bawaslu melarang atau tidak kegiatan tersebut, kami menunggu respons dari Bawaslu. Tapi katanya, mereka akan mengirim pengawas. Kami hanya keberatan jika kegiatan itu dipolitisasi," tegasnya.

Masjid Kauman Semarang merupakan masjid tertua di Kota Semarang, kini menjadi cagar budaya dan menjadi kebanggaan warga Semarang, berlokasi di alun-alun (pusat kota), berdekatan dengan pusat pemerintahan dan pusat perdagangan (Pasar Johar).

Masjid ini menjadi satu-satunya masjid di Tanah Air, yang mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia, hanya beberapa saat setelah Dwi Tunggal Soekarno-Hatta memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Adalah almarhum dr.Agus, salah seorang jemaah aktif di Masjid Kauman Semarang yang mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia itu di hadapan jamaah salat Jumat dari mimbar jumat.

Untuk menghormati peristiwa tersebut, Presiden RI pertama Soekarno meluangkan waktu menunaikan salat Jumat dan berpidato di masjid ini pada tahun 1952.

Salah Paham

Dari Semarang dilaporkan, Prabowo tiba di Masjid Kauman Semarang sekitar pukul 11.50 siang dan langsung mengambil air wudhu. Prabowo datang menggunakan busana muslim putih lengkap dengan peci didampingi oleh pendukung setianya.

Sebelum Prabowo tiba, lokasi masjid sudah ramai akan jemaah sholat jumat. Mereka terdiri dari kalangan warga biasa, maupun tim pemenangan dan relawan Prabowo-Sandi. Namun, tak satu pun dari mereka yang mengenakan seragam partai atau atribut kampanye sesuai arahan Bawaslu.

Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said yang tiba terlebih dahulu sempat diwawancarai awak media. Terutama perihal kedatangannya ke Masjid Kauman.

Ia turut menyinggung soal rilis Ketua Takmir Masjid Kauman dan polemik pamflet ajakan salat bersama. Hal itu kemudian disalahtafsirkan sejumlah pihak sebagai larangan bagi Prabowo untuk melaksanakan ibadahnya di Masjid Kauman.

"Sebetulnya kita mau jumatan di mana saja kan, kebetulan teman-teman penyelenggara lokal sudah menyiapkan (Masjid) Kauman. Jadi kita ngeliat dari kemarin nggak masalah. Kalaupun ada pembatasan, itu pasti bukan sikap dari warga Semarang, bukan umat Islam. Itu pasti kesalahpahaman," katanya.

Sehingga, menurutnya tak ada kendala bagi Prabowo dalam melaksanakan sholat Jumat di Masjid Kauman. Dan begitu pula untuk agenda seterusnya di Semarang.

Sementara di lokasi selain Sudirman, terlihat pula Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Jateng, Sriyanto Saputro. Beserta sejumlah relawan yang tergabung dalam Milenial Terdepan Prabowo-Sandi (Mantaps) Jateng.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Capres Prabowo Subianto Pilpres 2019
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top