Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pembunuhan Bos Tekstil di Malaysia: PDRM Butuh Sampel DNA dari Keluarga Korban

Pembunuhan Bos Tekstil di Malaysia: PDRM Butuh Sampel DNA dari Keluarga Korban
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  00:57 WIB
Ilustrasi - Jibiphoto
Ilustrasi - Jibiphoto

Bisnis.com, JAKARTA - Polisi Diraja Malaysia telah menangkap dua orang yang diduga pelaku mutilasi terhadap pengusaha tekstil asal Bandung, Jawa Barat. Nuryanto, si pengusaha, ditemukan tewas dan menjadi korban mutilasi bersama temannya, Ai Munawaroh, pada 29 Januari 2019.

"Polisi Diraja Malaysia (PDRM) sudah mengamankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan, yang juga merupakan teman bisnis dari korban," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, pada Selasa (12/2/2019).

PDRM pun, kata Dedi, telah meminta sejumlah bukti terkait kedua korban untuk mempermudah proses penyidikan dan identifikasi jasad. Bukti itu adalah hasil percakapan di aplikasi percakapan WhatsApp, informasi transaksi keuangan untuk rekening atas nama Nuryanto, dan sidik jari.

Menurut Dedi, sidik jari yang ditemukan di lokasi kejadian baru satu tangan. Diidentifikasi tangan tersebut tangan laki-laki. "Jadi sangat besar kemungkinan tangan tersebut milik saudara Nuryanto," ucap Dedi.
 
Nantinya, data-data yang diminta PDRM itu juga akan dilengkapi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Polri juga sudah mengirim data sidik jari korban yang mereka miliki untuk membantu identifikasi korban. Pun dengan sampel DNA dari keluarga korban, sudah diteruskan ke PDRM.

Penguatan alat bukti dianggap sangat penting untuk meyakinkan PDRM dalam mengidentifikasi korban mutilasi. "Dan untuk memutuskan betul-betul kedua tersangka yang saat ini masih diduga," kata Dedi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia pembunuhan

Sumber : Tempo.co

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top