Kampanye Pilpres 2019 di Amerika, Christine Hakim Menangis, Ada Apa?

Ada yang berbeda dalam lawatan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ke Washington DC. Dalam pertemuan yang dipadati ratusan orang Indonesia tersebut, aktris Christine Hakim menangis.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 13 Februari 2019  |  08:22 WIB
Kampanye Pilpres 2019 di Amerika, Christine Hakim Menangis, Ada Apa?
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin kampanye di Washington DC. - Dok. TKN Jokowi/Ma\\\'ruf

Bisnis.com, JAKARTA  - Ada yang berbeda dalam lawatan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin ke Washington DC. Dalam pertemuan yang dipadati ratusan orang Indonesia tersebut, aktris Christine Hakim menangis.

Mengutip keterangan tertulis TKN, Selasa (12/2/2019), bintang film Christine Hakim memulai sesinya dengan sepenggal cerita pengalaman pribadinya saat menghadiri debat caapres  yang dilaksanakan KPU bulan Januari 2019.

Kebetulan pada saat magrib menjelang, Christine Hakim pergi sendirian ke di Bidakara. Saat Christine Hakim tiba di musala, sudah ada tiga orang polwan dan beberapa perempuan pendukung pasangan Prabowo - Sandi.

Ketika ia masuk, semua menyapanya ramah dan mengajak berfoto-foto. Tak lama azan berkumandang, Christine Hakim menawarkan sekantong kurma yang dibawanya kepada jamaah lainnya untuk berbuka puasa.

 Semua sedang lahap menyantap kurma ketika tiba-tiba salah seorang menyeletuk, “Haram ga ya makanan dari paslon 01?”

Sontak, seluruh hadirin yang mendengarkan cerita ini terkejut.

“Saya bersyukur dikasih Tuhan pengalaman semacam ini sendiri, bukan cerita dari orang lain. Saya sudah mengikhlaskan apa yang terjadi saat itu. Namun, hal inilah yang membuat saya merasakan sendiri bagaimana bahayanya perpecahan yang menghantui negara kita. Jangankan sebangsa tanah air dan umat beragama, dalam keluarga saja bisa tidak rukun karena pilpres,” ujar Christine Hakim sambil mengusap air matanya.

“Jangan dibalik-balik, Ibu, yang haram dijadikan halal, dan yang halal dijadikan haram. Yang wajib mau dijadikan sunah, yang sunah dijadikan wajib,”sambung Christine Hakim mengulang apa yang ia ucapkan kepada perempuan yang melontarkan ujaran tadi.

Menanggapi kisah ini, salah seorang warga Indonesia bertanya di mana posisi dukungan perempuan Indonesia dalam pemilu saat ini.

 “Pada bulan Januari 2019 ini, persentase pemilih perempuan yang memilih Jokowi - KH. Ma’ruf adalah 57%, naik dari 49,1% di November 2018, berdasarkan survei LSI Denny JA. Jadi meskipun ada yang teriak emak-emak di sana, buktinya lebih banyak perempuan Indonesia yang memilih Pak Jokowi karena visi dan misinya untuk pemberdayaan perempuan jelas,” jawab Lathifa Al Anshori, Wakil Direktur Penggalangan Pemilih Perempuan yang ikut dalam rombongan TKN yang dipimpin Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi.

Pada kesempatan itu, Muhammad Lutfi menerangkan kesuksesan Joko Widodo memperbaiki sistem di Indonesia sudah dimulai dari saat Joko Widodo masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, dan ia menjabat sebagai Kepala BPKM.

Muhammad Lutfi mengungkapkan bila program Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang digagas Joko Widodo di Solo telah menginspirasinya untuk mereformasi sistem pelayanan investasi di BKPM pada zamannya.

Pertemuan TKN dengan WNI di AS itu dihadiri WNI dari tiga negara bagian sekitar Washington DC, Virginia, dan Maryland.

Mereka tidak hanya antusias ingin memberikan suaranya untuk Joko Widodo - KH. Ma’ruf Amin, juga untuk memenangkan partai-partai Koalisi Indonesia Kerja pendukung pasangan calon nomor urut 01.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top