Jokowi Mulai Tanggapi Serangan-serangan yang Menimpanya

Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi massa yang tergabung dalam Alumni SMA Jakarta Bersatu di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).
Aziz Rahardyan | 10 Februari 2019 21:33 WIB
Joko Widodo menyampaikan pidato di depan Alumni SMA se-Jakarta, Istora Senayan, Minggu (10/2/2019) - Bisnis/Aziz R

Bisnis.com, JAKARTA — Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo menghadiri deklarasi massa yang tergabung dalam Alumni SMA Jakarta Bersatu di Istora Senayan, Minggu (10/2/2019).

Massa yang tampak mengenakan kaos putih bertuliskan #01 tersebut, dengan kompak menyatakan lima poin deklarasi dipimpin perwakilan alumni, sekaligus mantan aktris yang kini menjadi Caleg PDI Perjuangan, Kirana Larasati, yaitu:

1. Kami Alumni SMA Jakarta Bersatu hari ini berkumpul bersama-sama menyatukan semangat untuk Indonesia bergerak maju.

2. Kami Alumni SMA Jakarta Bersatu menyatakan kebangkitan dan kesiapan dalam menjaga Pancasila dan NKRI.

3. Kami Alumni SMA Jakarta Bersatu menyatakan sudah saatnya bergerak dan tak tinggal diam dalam memperjuangkan pemimpin yang membawa perubahan, tegas, berwibawa, berbudaya baik, jujur, serta amanah, demi kemajuan Indonesia.

4. Kami Alumni SMA Jakarta Bersatu menyatakan dukungan penuh terhadap pasangan Bapak Jokowi dan KH. Ma'ruf Amin menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019- 2024.

5. Kami Alumni SMA Jakarta Bersatu menyatakan satu semangat bergerak maju.

Selanjutnya, Jokowi menyatakan rasa terima kasih dalam pidatonya. Selama sekitar 30 menit, Jokowi pun memaparkan gagasan, sekaligus tuduhan-tuduhan selama dirinya menjadi calon presiden.

"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya atas segala dukungan yang diberikan kepada saya dan Pak Kiai Ma'ruf," ungkap Jokowi yang terlihat mengenakan kemeja putih khas-nya.

Pidato Jokowi

Dalam pidatonya, capres petahana ini menanggapi beberapa tudingan-tudingan yang menimpanya. Yang pertama, soal tuduhan antek asing.

"Jangan orang memiliki anggapan mentang-mentang Presiden Jokowi begitu, terus itu penakut. Mereka pikir saya ini penakut!" tegas Jokowi.

Jokowi kemudian membahas soal pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral), perebutan Blok Rokan, Blok Mahakam,dan divestasi Freeport. Jokowi menyebut hal ini merupakan bukti bahwa dirinya selama ini bekerja, walaupun dalam diam.

Selain itu, Jokowi menjawab tudingan bahwa anggaran pemerintahan bocor.

"Setiap tahun pemerintah itu selalu diaudit oleh BPK. Kalau tidak ada yang bener pasti sudah ditangkep oleh yang namanya KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi]. Ini mekanisme pemerintahan," jelasnya.

Padahal, dirinya menyampaikan bahwa lembaga pemerintahan kebanyakan telah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Seinget saya 80 dari 87 kementerian dan lembaga yang ada. Sudah berapa persen itu? Sudah 80% lebih," ungkap Jokowi.

"Inilah perbaikan-perbaikan yang terus kita lakukan untuk memperbaiki sistem, agar uang-uang rakyat, uang negara itu betul-betul bisa kita amankan. Kita pakai untuk kebangkitan pembangunan," tambahnya.

Terakhir, Jokowi menutup pidatonya dengan harapan, para alumni SMA se-Jakarta menatap masa depan Indonesia dengan lebih optimis, dan jangan terbawa tudingan-tudingan negatif oknum-oknum tertentu.

"Jangan menyatakan hal-hal yang pesimis, jangan menyatakan Indonesia bubar 2030. Indonesia akan punah," sindirnya.

"Ya kalau mau bubar, mau punah, silahkan bubar dan punah sendiri. Jangan ajak-akak kita. Kita tidak mau punah. Kita tidak mau bubar. Bener nggak?" ungkap pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 ini.

Tag : jokowi, Pilpres 2019
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top