Ini Kreativitas Kota Surabaya Hadapi Era Disrupsi

Sedikitnya, ada 30-40 penghargaan yang diraih Surabaya setiap tahunnya. Di ruang kerja Risma, para Forum Pemred itu pun bisa melihat langsung ratusan piala dan piagam penghargaan Surabaya, termasuk penghargaan terbaru Lee Kwan Yew Award yang semalam diceritakan kepada SPS.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 08 Februari 2019  |  19:44 WIB
Ini Kreativitas Kota Surabaya Hadapi Era Disrupsi
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melakukan aktivitas jalan pagi bersama Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) di Taman Surabaya Balai Kota Surabaya, Jumat (8/2/2019). (Peni Widarti - Bisnis).

Bisnis.com, SURABAYA - Meski masih dalam kondisi sakit dan harus menggunakan kursi roda, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Bu Risma ini tampak terus bersemangat dalam beraktivitas.

Pagi ini, Jumat (8/2/2019), Bu Risma ini pun terlihat asik mengajak Forum Pemimpin Redaksi (pemred) untuk melakukan jalan pagi dan menikmati beragam fasilitas Kota Surabaya yang semakin maju.

Jalan pagi dimulai dari Taman Surya yang memiliki Taman Bicara (tanaman yang dilengkapi informasi), dan dilanjutkan mengunjungi ruang kerja walikota yang juga dilengkapi layar CCTV untuk memantau berbagai sudut jalan di Surabaya.

Seperti yang diungkapkan Risma pada saat memberikan sambutan dalam Awarding Night Serikat Perusahaan Pers (SPS) pada Kamis (7/2/2019), Kota Surabaya terus berupaya menghadapi disrupsi digital dengan mengimbangi keberadaannya.

"Sekarang hampir semua ruas jalan dan taman kami pasangi CCTV dan bisa saya pantau langsung dari ruangan saya dan gadget. Kalau ada pelanggaran lalu lintas juga langsung ketahuan ditilang di rumahnya," katanya.

Bukan hanya memantau arus lalu lintas, bahkan dengan kecanggihan teknologi Risma bisa langsung memantau kondisi rumah pompa pada saat curah hujan tinggi agar air tidak membanjiri jalanan Surabaya.

Sebagai ibunya Kota Surabaya, Risma juga sigap dan cekatan pada saat sesuatu terjadi di Surabaya, contohnya ketika Jl. Raya Gubeng ambles. Dengan cepat, Risma terjun ke lokasi dan meminta agar jalan segera diperbaiki agar tidak menghambat aktivitas perekonomian wilayah sekitar.

Begitu juga peristiwa banjir atau macet, Risma kerap memantau langsung agar segala permasalahan kota dapat teratasi. Risma yang gemar dengan taman, juga tak segan untuk ikut membersihkan taman atau trotoar yang kotor.

Pemanfaat teknologi informasi lainnya yang sudah diterapkan Surabaya yakni Command Center 112 yang merupakan layanan tanggap darurat Pemkot Surabaya. Command Center yang berada di Gedung Siola ini beroperasi 24 jam dan siap membantu masyarakat saat dalam keadaan darurat, seperti kebakaran, kecelakaan ataupun banjir.

Perubahan demi perubahan Kota Surabaya inilah yang mengantarkan wali kota perempuan pertama ini dalam mendapatkan berbagai penghargaan nasional dan internasional.

Sedikitnya, ada 30-40 penghargaan yang diraih Surabaya setiap tahunnya. Di ruang kerja Risma, para Forum Pemred itu pun bisa melihat langsung ratusan piala dan piagam penghargaan Surabaya, termasuk penghargaan terbaru Lee Kwan Yew Award yang semalam diceritakan kepada SPS.

Menurut Risma, penghargaan yang paling berkesan baginya adalah penghargaan disabilitas yang diterima di Jawa Tengah. Bagi perempuan dua anak ini, penghargaan ini berarti Surabaya sudah mampu berlaku adil kepada seluruh warganya tanpa memandang sebagai kaum normal atau difabel.

Dalam kesempatan Awarding Night SPS semalam pun, Risma bercerita telah berupaya menyekolahkan anak-anak Surabaya yang tidak mampu termasuk anak-anak jalanan yang putus sekolah. Baginya, pendidikan adalah nomor satu untuk membangun generasi bangsa berikutnya.

Bergeser ke fasilitas transportasi dan ruang kreativitas, Risma juga sempat mengajak Forum Pemred untuk merasakan naik Suroboyo Bus yang tiketnya cukup bayar dengan botol plastik sebagai bentuk edukasi lingkungan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.

Sementara ruang kreativitas yang sudah dikembangkan Surabaya yakni Koridor Co-Working Space. Ruangan ini secara free bisa dimanfaatkan anak muda Surabaya untuk belajar, berkreasi dan berinovasi karena ruangan ini dilengkapi dengan perangkat komputer dan internet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
surabaya, walikota surabaya tri rismaharini, smart city

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top