Makna dan Legenda Pemberian Angpao Saat Perayaan Imlek

Perayaan Tahun Baru Imlek sangat identik dengan tradisi membagikan Angpao. Tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa tersebut merupakan salah satu tradisi yang cukup dinantikan oleh anak-anak saat Imlek.
Denis Riantiza Meilanova | 05 Februari 2019 10:40 WIB
Pria berkostum Dewa Rejeki (tengah) membagikan angpao pada warga setelah pelaksanaan sembahyang tahun baru Imlek 2570 di Klenteng Hong San Ko Tee, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (5/2/2019). Bagi-bagi angpao itu merupakan salah satu tradisi yang dilakukan saat perayaan tahun baru Imlek. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Perayaan Tahun Baru Imlek sangat identik dengan tradisi membagikan Angpao. Tradisi dan budaya masyarakat Tionghoa tersebut merupakan salah satu tradisi yang cukup dinantikan oleh anak-anak saat Imlek.

Angpao diberikan kepada generasi muda, yakni anak-anak atau muda-mudi yang belum menikah. Diberikan dengan harapan agar si penerima Angpao bisa mendapatkan keberuntungan dan nasib baik sepanjang Tahun Baru ini.

Angpao sebenarnya merupakan perkembangan dari tradisi memberikan “Ya Sui Qian” yang memiliki arti untuk mengusir “setan” dan “Raksasa Nian” yang akan mengganggu anak mereka.

Menurut legenda, setahun sekali, Nian akan keluar dari hutan di malam hari dan melahap seluruh desa. Untuk memberikan perlindungan terhadap Nian, pada malam tahun baru, orang tua akan memberikan uang kepada anak-anak. Dengan cara ini, anak-anak akan memiliki sesuatu untuk menyuap monster atau roh jahat lainnya.

Dalam cerita populer lainnya, ada iblis bernama Sui (). Pada malam Tahun Baru, Sui akan datang dan menepuk kepala anak-anak saat tidur. Anak-anak akan berakhir dengan demam.

Suatu hari ada sepasang orangtua yang memberikan anaknya koin saat tertidur. Koin itu diletakkan di atas kertas merah dan meninggalkannya di bantal. Ketika Sui datang, koin-koin tersebut berkilau dan membuatnya takut. Sejak saat itu, orang tua akan memberikan uang kepada anak-anak yang dibungkus kertas merah setiap Malam Tahun Baru untuk melindungi dari Sui.

Tradisi memberikan "Ya Sui Qian" sendiri ada dua cara. Pertama, mengikat koin dengan tali berwarna-warni kemudian meletakkannya dibawah kaki-kaki ranjang dimana anak tidur.

Kedua, memasukkan uang ke dalam amplop yang berwarna merah dan memberikannya kepada anak-anak kecil / muda-mudi saat mereka datang ataupun kepala keluarga memberikannya pada malam Tahun Baru Imlek dengan cara menyelipkannya dibawah bantal saat anak-anak mereka sedang tidur.

Dalam perkembangannya cara kedua yang paling banyak digunakan, yakni dengan memasukkan uang kedalam amplop atau kantong merah yang disebut dengan “Ang Pao” dan memberikannya saat anak-anak datang mengucapkan ucapan-ucapan Tahun Baru Imlek.

Tag : imlek, tionghoa
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top