Fact or Fake: Bocah Kelas I SD Kadipiro Solo Disunat oleh Jin

Warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, dihebohkan kabar seorang bocah umur enam tahun yang disunat ji n. Alat kelamin bocah berinisial MAH itu tahu-tahu sudah terpotong seperti disunat pada Minggu (3/2/2019).
Ichsan Kholif Rahman
Ichsan Kholif Rahman - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  17:03 WIB
Fact or Fake: Bocah Kelas I SD Kadipiro Solo Disunat oleh Jin
Rebo (kiri) bersama cucunya, MAH, yang menghebohkan warga Kadipiro, Solo, karena mengaku disunat Jin pada Minggu 3 Febuari 2019. Gambar foto diambil Selasa 5 Februari 2019. - Bisnis/Ichsan Kholif Rahman

Bisnis.com SOLO - Warga Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo, dihebohkan kabar seorang bocah umur enam tahun yang disunat jin. Alat kelamin bocah berinisial MAH itu tahu-tahu sudah terpotong seperti disunat pada Minggu (3/2/2019).

Keluarga meyakini MAH disunat jin. Peristiwa itu terjadi setelah MAH menggunakan kamar mandi umum di kantor Kelurahan Joglo.

Kakek MAH, Rebo, saat ditemui Solopos.com di kediamannya, Selasa (5/2/2019), mengatakan pada Minggu siang cucunya menonton latihan campursari di Kelurahan Joglo. Bocah kelas I SD itu sempat meminta kepada petugas Linmas setempat yang masih merupakan kerabatnya untuk menemaninya buang air besar.

“Saat buang air besar ditunggu oleh paman dan teman-temannya. Namun karena buang air besarnya sangat lama lantas dicek dan anak itu tampak kebingungan. Cucu saya merasa ditinggalkan teman-temannya padahal seluruh temannya masih berada di lokasi,” ujarnya.

Ia menambahkan MAH lantas diantar pulang ke rumahnya dan saat mandi, ibunya terkejut melihat alat kemaluan MAH yang sudah seperti disunat. MAH tidak merasakan sakit apa pun, hanya terkejut dengan perubahan bentuk kelaminnya.

Ibunda MAH lantas menelepon Rebo yang diketahui mendalami ilmu kebatinan. Menurut Rebo, bentuk kelamin MAH sangat baik dibandingkan dengan sunat oleh manusia.

Rebo lantas melakukan meditasi dan mendapati sosok jin yang melakukan itu. Menurutnya, yang melakukan khitan adalah sosok jin muslim yang baik.

Tempat buang air besar yang menghadap ke barat dinilai sebagai pemicunya. Ia berharap toilet itu segera diubah arah menghadapnya.

Ibu anak itu, DW, mengatakan putra bungsunya itu tidak merasakan sakit apa pun. Informasi mengenai kejadian itu dengan cepat tersebar dan warga berdatangan untuk melihat putranya.

Ia menambahkan saat ini MAH telah mendapat penanganan medis untuk mengembalikan bentuk alat kelamin seperti semula. Sebelum mendapat penanganan medis, keluarga MAH telah bersiap melakukan syukuran terkait hal itu.

Sementara itu, MAH lebih banyak diam saat keluarganya berbincang dengan Solopos.com. Ia tampak malu bertemu orang yang baru kali pertama ia kenal. Keluarganya mengatakan MAH memang pendiam dan tidak banyak bicara.

"Gurunya juga bilang begitu [MAH sangat pendiam]," ujar sang ibu.

Fenomena Medis Biasa

Secara medis, fenomena mirip sunat sering menimpa anak laki-laki yang belum sunat, ketika kulit ujung penis terlipat dan seolah-olah penis berbentuk seperti telah disunat.

Penjelasan fenomena parafimosis oleh Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki). Video diunggah anwar indrasyafrudin di Youtube

Berdasarkan reportase tempo.co edisi 21 Juni 2013, dalam dunia kedokteran, fenomena 'disunat jin' punya nama medis: parafimosis. Kondisi tersebut tergolong masalah darurat yang harus segera ditangani dokter umum. Lebih khusus lagi, dokter khitan.

Dokter sekaligus salah seorang pendiri Pusat Khitan di Jalan Sumbawa, Bandung, Donny Sulifan mengatakan, parafimosis cukup sering terjadi pada lelaki yang belum disunat. Parafimosis merupakan terlipatnya kulup atau kulit ujung penis yang sempit ke belakang secara tiba-tiba namun tak bisa kembali lagi.

Orang awam mudah melihatnya seperti penis yang telah disunat. Padahal belum ada kulit yang dipotong, apalagi oleh jin. "Tertariknya kulit itu karena penis yang ereksi. Kalau kulupnya lebar bisa balik lagi," ujarnya kepada Tempo, Jumat, 21 Juni 2013.

Kondisi itu menyakitkan, sesuai tingkat derajat emergensi ringan, sedang, dan berat. Dalam keadaan ereksi penis berlangsung lama sambil terjepit kulit yang terlipat, kata Donny, penis bisa menjadi bengkak. "Dokter harus mengembalikan kulit ke posisi semula dulu, tidak boleh langsung menjahit kulit yang masih menjepit penis," ujarnya.

Setelah kulup dinormalkan, kata Donny, pasien bisa langsung disunat. Tindakan itu untuk mencegah potensi terulangnya parafimosis yang merupakan kelainan sejak lahir.

Di klinik tempat praktiknya, kasus parafimosis pada pasien yang belum disunat sekitar 20 orang. Pada saat proses sunat lebih banyak lagi, sekitar 500 orang. "Biasa terjadi pada anak-anak atau orang dewasa, kalau pada bayi terhitung jarang," ujarnya.

 



Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sunat, Fact or Fake

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top